Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Lifestyle»Ini Inovasi Digital Kemenkeu Cegah Praktik Bisnis Tidak Sehat
Lifestyle

Ini Inovasi Digital Kemenkeu Cegah Praktik Bisnis Tidak Sehat

alwiBy alwi09/12/2022
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melakukan berbagai inovasi digital dalam menjalankan fungsi negara. Hal ini selaras dengan arahan Presiden Joko Widodo yang menyampaikan bahwa kesempatan dan peluang untuk terjadinya korupsi dalam transaksi yang dapat mengurangi penerimaan negara harus dihapuskan antara lain dengan membangun platform digital untuk mencegah praktik bisnis yang tidak sehat.

Inovasi digital ini diimplementasi misalnya dengan penerapan e-filling dan e-payment sehingga wajib pajak tidak perlu kantor pajak. Kemudian digitalisasi Program Pengungkapan Sukarela dan Program Pengampunan Pajak, serta penggunaan Nomor Induk Kependudukan dalam layanan perpajakan bagi wajib pajak pribadi sebagai tonggak awal dalam penerapan Single Sign-On (SSO).

Namun demikian, digitalisasi tidak hanya dibangun di bidang perpajakan saja. Unit kerja lain di lingkungan Kementerian Keuangan termasuk di bidang pengawasan juga menerapkan digitalisasi layanan mereka dan sebagian telah terintegrasi.

“Itjen terus mengembangkan dan menyempurnakan tata kelola pengawasan berbasis data digital sebagai salah satu bentuk budaya pengawasan baru di Inspektorat Jenderal (Itjen) yang dilaksanakan melalui pengembangan Super App Sistem Inti Pengawasan Intern Itjen,” ungkap Itjen Kemenkeu Awan Nurmawan Nuh.

Untuk praktik pengawasan rutin, Itjen menggunakan aplikasi Teammate sebagai Sistem Manajemen Audit. Penggunaan Teammate dalam proses audit membuat dokumentasi audit mudah diakses oleh auditor kapan pun dan di mana pun.

Itjen juga memiliki beragam aplikasi pendukung pengawasan seperti Whistleblowing System (WISE), Aplikasi Laporan Perpajakan dan Harta Kekayaan (ALPHA), Manajemen Pengawasan PNBP (e-mawas PNBP), Sistem Informasi Koordinasi dan Monitoring Pengawasan oleh Aparat Pengawas Intern Pemerintah (e-Kompas APIP).

Awan mengatakan, itjen juga melakukan percepatan pengembangan data analytics di lingkungan Kemenkeu. Selain itu, Itjen juga melakukan proyek penajaman dashboard profiling pegawai dan kantor yang dapat dimanfaatkan para pemangku kepentingan dalam proses penelusuran rekam jejak integritas, bahan pertimbangan pada saat mutasi dan promosi, manajemen talenta, penilaian kantor Wilayah Bebas Korupsi/Wilayah, serta kebutuhan pengawasan lainnya dengan menggunakan data yang tersedia di internal dan eksternal Kemenkeu.

“Dari segi infrastruktur, kami memanfaatkan War Room dan Laboratorium Pengawasan sebagai fasilitas penunjang diskusi penyusunan arah kebijakan dan strategi pengawasan,” ujar Awan.

Infrastruktur tersebut membantu auditor dan pimpinan Kemenkeu untuk mendeteksi kelemahan pengendalian internal dan fraud yang terjadi dalam pengelolaan keuangan negara.

Berbagai pelaksanaan transformasi birokrasi ini memiliki berbagai keuangan dan tantangan. Dari sisi digital, keuntungan didapat antara lain mengurangi waktu dan biaya perjalanan birokrasi serta memperluas daya jangkau pengawasan dengan jumlah objek lebih banyak. Organisasi juga mampu mendeteksi risiko lebih awal karena sudah bergantung pada analisis data, sehingga upaya perbaikan dapat dilakukan sejak dini.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticlePergoki Suami Selingkuh, Sang Istri Malah Dihajar
Next Article Jelang Nataru, Pos Kesehatan Disiapkan, Genjot Vaksinasi Booster
alwi

Related Posts

Lifestyle

Namanya Diseret Dalam Investasi Bodong, Jennifer Coppen Tegaskan Hanya Sebatas BA

10/10/20267 Views
Lifestyle

Nama Jennifer Coppen Terseret Dalam Investasi Emas Rp25 Miliar Diduga Bodong

10/10/20265 Views
Lifestyle

Ji Chang Wook Ungkap Tantangan Perankan Playboy di Drama Korea Terbaru The Scandal

09/10/20264 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,907 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,779 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,752 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?