RELUNG.ID – Kesuburan identik dengan pria, namun tes kesuburan juga bisa dilakukan untuk kaum wanita. Ada beberapa jenis tes kesuburan yang bisa kamu coba untuk memeriksa kesuburan dan kesehatan organ-organ reproduksi.
Dilansir dari halodoc ada macam-macam tes kesuburan untuk wanita. Simak dibawah ini :
1. USG Transvagina
Salah satu cara yang bisa digunakan untuk mengetahui kondisi organ reproduksi wanita adalah USG transvagina. Prosedurnya berupa pengambilan gambar organ reproduksi menggunakan alat USG melalui vagina. Dalam prosedur ini, terdapat beragam organ yang bisa diselisik kondisinya melalui alat ini. Mulai dari rahim, tuba fallopi, indung telur, leher rahim, hingga vagina.
Baca Juga: Penting! Ini 5 Penyebab Disfungsi Ereksi Pria
Selain untuk alasan infertilitas, tes USG transvagina juga bisa digunakan untuk kondisi lainya. Misalnya, bagi wanita yang mengalami perdarahan pada vagina, kehamilan ektopik, nyeri panggul, dan memeriksa posisi alat kontrasepsi dalam rahim. Prosedur ini juga dapat membantu mendiagnosis kanker pada organ reproduksi, kista, keguguran, plasenta previa, dan cacat lahir pada janin.
2. Laparoskopi
Tes kesuburan wanita juga bisa melalui prosedur lain, yaitu laparoskopi. Di sini dokter akan memasukkan kamera kecil ke perut melalui sayatan kecil yang dibuat di bagian perut. Melaui kamera ini dokter akan melihat seluruh bagian panggul, untuk mengetahui apa yang menyebabkan infertilitas.
Ingat, ada beragam hal yang bisa menyebabkan ketidaksuburan pada wanita. Contohnya, endometriosis, kista ovarium, dan perlengketan yang disebabkan oleh penyakit di ovarium dan tuba falopi.
Baca Juga: Bikin Tidak Pede! Ini 5 Cara Ampuh Atasi Jerawat di Punggung
3. Histerosalfingografi
Selain dua hal di atas, ada pula prosedur lain yang bisa digunakan pada tes kesuburan wanita, histerosalfingografi (HSG). HSG menggunakan foto rontgen untuk mengambil gambar bagian dalam rahim, tuba fallopi, dan daerah sekitarnya.
Lewat prosedur HSG, dokter bisa melihat secara mendalam kondisi rahim dan tuba fallopi. Dari sinilah dokter bisa mendiagnosis apakah rahim berada dalam kondisi normal atau tidak.
Selain untuk tes kesuburan wanita, HSG juga bisa digunakan untuk hal lain. Misalnya, untuk mengetahui adanya masalah dalam rahim yang mungkin menghambat terjadinya pembuahan.
4. Histeroskopi
Terakhir ada prosedur histeroskopi. Prosedurnya menggunakan alat berupa selang tipis dan fleksibel dengan kamera di ujungnya. Alat ini akan dimasukkan ke dalam rahim utuk melihat kondisinya dan mengambil contoh jaringan bila diperlukan.
Selain itu, prosedur histeroskopi juga bisa dimanfaatkan untuk mengetahui penyebab terjadinya pendarahan tidak normal yang dialami rahim. Contohnya, perdarahan hebat saat menstruasi atau perdarahan setelah masa menopause. Histeroskopi juga bisa mendeteksi adanya fibroid, polip, atau kelainan bentuk rahim.
Semoga bermanfaat

