RELUNG.ID – Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Kabar duka datang dari dunia pendidikan dan dakwah Islam di Sumatera Selatan. Prof Dr H Romli SA MA, Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang sekaligus Ketua Umum Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Selatan periode 2010–2022, wafat pada Sabtu (14/6/2025) malam pukul 19.17 WIB di RS Muhammadiyah Palembang.
Almarhum mengembuskan napas terakhir di usia 68 tahun. Rencananya, jenazah akan dimakamkan di TPU Kebun Bunga, Palembang, selepas Salat Zuhur pada Minggu (15/6/2025).
Kabar kepergian Prof Romli disambut duka mendalam dari berbagai kalangan. Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Kota Palembang, KH Abdul Malik Syafei, menyebut almarhum sebagai pribadi yang rendah hati, berilmu tinggi, dan selalu memberi bimbingan terbaik.
“Saya kenal beliau sebagai dosen saat di Pascasarjana UIN Raden Fatah Palembang. Beliau ahli dalam Ushul Fiqih, selalu memberi solusi dan membimbing mahasiswanya,” ujar KH Abdul Malik, Minggu siang.
Sebagai tokoh Muhammadiyah, lanjutnya, Prof Romli juga dikenal mampu merangkul semua kalangan. “Baik sebagai mahasiswa maupun sebagai warga NU Kota Palembang, saya sangat berduka dan merasa kehilangan. Beliau orang baik dan selalu mengesankan kebaikan,” katanya.
Prof Romli lahir di Kotomuaro, Kecamatan Sungai Limau, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, pada 10 Desember 1957. Ia menempuh pendidikan dasar di kampung halamannya hingga tahun 1971, lalu hijrah ke Palembang untuk melanjutkan pendidikan di PGA Muhammadiyah dan PGAN..
Gelar Sarjana Syariah diraihnya dari Fakultas Syariah IAIN Raden Fatah Palembang pada 1983, dan pada 1986 ia diangkat sebagai dosen tetap dengan mata kuliah andalan Ilmu Ushul Fiqh.
Jenjang Magister diselesaikannya di IAIN Ar-Raniry Banda Aceh pada 1994. Kemudian, ia meraih gelar doktor di Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada 1999.
Selama kariernya, Prof Romli pernah menjabat Dekan Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Palembang selama dua periode (1996–2003), serta menjadi Pembantu Rektor IV dan III di IAIN Raden Fatah Palembang pada periode 2003–2011.
Sosoknya dikenal luas di kalangan akademisi dan umat Islam di Sumsel, baik melalui kontribusi ilmiah maupun kiprah organisasional, termasuk saat memimpin Muhammadiyah Sumsel.
Almarhum meninggalkan istri tercinta, Dra Fthiyah, dan tujuh orang anak empat putra dan tiga putri. (DSK)

