RELUNG.ID – Produsen kamera aksi dan kamera 360 derajat, Insta360, mengajukan gugatan balik terhadap DJI di Amerika Serikat terkait dugaan pelanggaran sejumlah paten yang berhubungan dengan teknologi gimbal dan kamera panorama 360 derajat.
Langkah hukum tersebut dilakukan hanya beberapa hari setelah DJI menggugat Insta360 pada 10 Juni 2026, bertepatan dengan peluncuran produk terbaru Insta360, Luna Ultra.
Dalam gugatan sebelumnya, DJI menuding Luna Ultra memiliki kemiripan dengan produk Osmo Pocket 4P yang dikabarkan akan segera diluncurkan dan meminta pengadilan mengeluarkan perintah untuk menghentikan penjualan Luna Ultra di pasar AS.
Dalam gugatan baliknya, Insta360 menuduh DJI menggunakan teknologi yang dilindungi patennya pada sejumlah produk populer perusahaan tersebut.
Teknologi yang dipermasalahkan mencakup stabilisasi gimbal, kontrol arah gimbal, stabilisasi kamera tingkat lanjut, tampilan data telemetri, serta teknologi stabilisasi video panorama.
Menurut Insta360, teknologi tersebut digunakan dalam berbagai produk DJI, termasuk seri Osmo Pocket, Ronin/RS, Osmo Mobile, dan Osmo 360.
Pendiri Insta360, JK Liu, menegaskan bahwa perusahaan akan mempertahankan hak kekayaan intelektualnya dan siap menghadapi proses hukum yang berlangsung.
“Di Insta360, kami lebih memilih membiarkan produk kami yang berbicara. Namun, kami tidak takut menghadapi pertempuran hukum jika ditantang. Kami berkomitmen penuh untuk melindungi inovasi kami dan akan mengambil tindakan tegas untuk membela kekayaan intelektual kami dari pelanggaran,” ujar Liu.
Insta360 juga membantah seluruh tuduhan pelanggaran paten yang diajukan DJI terkait Luna Ultra.
Perusahaan menyatakan bahwa Luna Ultra merupakan hasil penelitian dan pengembangan internal yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.
Menurut Insta360, proyek tersebut telah dimulai sejak 2020 dan didukung oleh pengalaman pengembangan produk-produk sebelumnya, termasuk kamera modular ONE R, webcam seri Link, dan gimbal seri Flow.
Liu menilai gugatan yang diajukan DJI pada hari peluncuran Luna Ultra menunjukkan meningkatnya persaingan di pasar perangkat kamera portabel.
“Luna Ultra adalah hasil dari penelitian dan pengembangan independen selama bertahun-tahun, bukan respons terhadap produk pesaing mana pun. Pengajuan gugatan oleh DJI pada hari yang sama saat kami meluncurkan Luna Ultra mengungkapkan kekhawatiran mereka terhadap hadirnya produk yang sangat kompetitif,” katanya.
Luna Ultra dipasarkan dengan harga sekitar 770 dolar AS dan menjadi salah satu produk unggulan terbaru Insta360 di segmen kamera portabel.
Perusahaan mengklaim produk tersebut mendapat permintaan yang tinggi di Amerika Utara. Bahkan, dalam 24 jam pertama setelah tersedia untuk dibeli, Luna Ultra disebut berhasil menduduki posisi teratas dalam kategori camcorder di Amazon Amerika Serikat.
Perseteruan hukum antara Insta360 dan DJI diperkirakan akan menjadi salah satu sengketa paten terbesar di industri kamera dan perangkat pencitraan dalam beberapa tahun terakhir, mengingat kedua perusahaan merupakan pemain utama dalam pasar kamera aksi, kamera 360 derajat, dan perangkat stabilisasi gambar global. (LWM)

