RELUNG.ID – Kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Indonesia berinisial YY di Malaysia kembali menyoroti pentingnya perlindungan pekerja migran di luar negeri. Di tengah viralnya video kekerasan yang menggemparkan publik, langkah cepat pemerintah Indonesia dan aparat Malaysia menjadi sorotan utama.
Video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan YY mengalami tindakan kekerasan fisik yang diduga dilakukan oleh majikannya dan sejumlah orang lain. Dalam rekaman tersebut, korban tampak dipukul, dijambak, dan mengalami perlakuan kasar tanpa melakukan perlawanan.
Namun, di balik peristiwa memilukan tersebut, respons cepat lintas negara berhasil mendorong penanganan hukum dalam waktu singkat. Kementerian Luar Negeri RI melalui Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru bergerak segera setelah menerima laporan pada 13 Juni 2026 melalui aplikasi pengaduan Ksatria.
Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI), Heni Hamidah, mengatakan pihaknya langsung berkoordinasi dengan kepolisian Malaysia untuk memastikan keselamatan korban dan proses hukum berjalan.
“Hasilnya, pada hari yang sama, aparat setempat mengamankan empat orang yang diduga terlibat dalam aksi penganiayaan tersebut. Mereka terdiri atas dua perempuan dan dua laki-laki yang kini masih menjalani proses penyelidikan lebih lanjut,”kata dia.
Tidak hanya fokus pada YY, KJRI Johor Bahru juga bergerak menjemput dua korban lain yang berada di wilayah Johor Bahru. Sementara satu korban lainnya yang berada di Kuala Lumpur akan dipindahkan ke Johor Bahru guna memberikan keterangan kepada penyidik.
“Langkah ini menunjukkan bahwa perlindungan terhadap pekerja migran tidak berhenti pada proses penyelamatan korban, tetapi juga mencakup pendampingan hukum dan pemenuhan hak-hak mereka selama proses peradilan berlangsung,”kata dia.
Pemerintah Indonesia memastikan para korban akan mendapatkan bantuan hukum melalui pengacara pendamping yang ditunjuk oleh perwakilan RI di Malaysia. Selain itu, kondisi korban terus dipantau untuk memastikan kebutuhan medis dan psikologis mereka terpenuhi.[THQ]

