RELUNG.ID – Warga Kampung Gumelar, Pelabuhanratu, Sukabumi bernama Aang nyaris dimasa oleh warga.
Pasalnya, Aang diduga cuek serta mengunci istri, Santi dan anaknya sendiri, Nurul sehingga menjadi korban banjir bandang.
Kekesalan warga ini bermula saat Aang membuat video yang menyebutkan jika istri dan anaknya ini selamat dari banjir setelah sempat terseret.
Dalam video 34 detik itu, Aang menyebutkan jika istrinya Santi dan anaknya telah diungsikan ke Kampung Ciganas, Desa Sirnarasa, Kecamatan Cikakak.
“Kata orang-orang istri dan anak saya terbawa arus, padahal mereka ada di wilayah Cikakak, alhamdulillah selamat. Apa yang diinfokan itu tidak sesuai,” kata Aang dalam video itu.
Namun, pernyataan di video itu tidak sejalan dengan pencarian korban banjir bandang. Tim SAR justru menemukan Santi dan Nurul dalam kondisi tewas di balik reruntuhan .
Aang pun terpaksa diamankan pihak kepolisian untuk menghindari terjadinya amuk massa.
Kapolsek Cikakak, AKP Dudung Masduki mengatakan, dari hasil pemeriksaan, Aang ini mengaku tidak bermaksud menutupi fakta atau berbohong soal kondisi anak dan istrinya.
“Aang mengira istrinya pulang ke Sirnarasa bersama anaknya,” katanya.
Dia tidak mengetahui jika istrinya masih berada di dalam kontrakan. Justru yang mengetahui istri dan anaknya meninggal tetangganya.
“Aang setelah tahu istri dan anaknya meninggal dia syok dan sedih,” katanya.
Sementara itu, Ketua RW 22, Kampung Gumelar, Reza menambahkan, telah beberapa kali menanyai Aang soal keberadaan istrinya. Namun bersikeras jika istri dan anaknya sudah pulang ke kampung halamannya di Cikakak.
“Ditanya berkali-kali, jawabannya tetap sama, enggak ada peduli, enggak ada usaha cari tahu. Padahal warga dan tim SAR sudah mati-matian mencari,” terangnya.
Sampai dia bersama pak Lurah ke kontrakan Aang, dan memang istrinya tidak berada disana.
“Akhirnya istrinya ditemukan di lokasi kejadian ini terbukti bahwa dia memang korban amukan Sungai Cipalabuhan,” pungkasnya. (LWM)

