Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Sosok Kusyanto, Pencari Bekicot yang Difitnah Mencuri, Kini Menuntut Keadilan dan Pemulihan Nama Baik
Regional

Sosok Kusyanto, Pencari Bekicot yang Difitnah Mencuri, Kini Menuntut Keadilan dan Pemulihan Nama Baik

ADMINBy ADMIN10/03/2025
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Ilustrasi borgol. (Handout)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Nama Kusyanto (38) mendadak viral setelah dirinya menjadi korban salah tangkap dan intimidasi oleh seorang oknum polisi di Grobogan, Jawa Tengah.

Pria sederhana asal Desa Dimoro, Kecamatan Toroh, ini sehari-hari bekerja sebagai pencari bekicot untuk dijual demi memenuhi kebutuhan hidupnya. Namun, nasib malang menimpanya ketika ia dituduh mencuri pompa air diesel.

Kejadian itu terjadi pada Minggu (2/3/2025) malam, sekitar pukul 22.00 WIB. Saat sedang beristirahat di persawahan Desa Suru, Kecamatan Geyer, Kusyanto didatangi seorang oknum polisi berinisial Aipda IR.

Baca juga :   Prakiraan Cuaca Hari Ini di Sumsel, Potensi Hujan Ringan Terjadi di Palembang

Tanpa bukti yang jelas, Kusyanto ditekan untuk mengaku mencuri pompa air. Bahkan, dalam video yang viral di media sosial, tampak Aipda IR mencengkeram dan mencekik leher Kusyanto sambil berteriak memaksanya untuk mengakui perbuatan yang tidak ia lakukan.

Meski terus menyangkal tuduhan tersebut, Kusyanto tetap digelandang ke Mapolsek Geyer. Di perjalanan, ia mengaku mendapatkan kekerasan fisik dan dipaksa mengaku sebagai pencuri.

Namun, setelah dilakukan penyelidikan, tidak ditemukan bukti yang menguatkan tuduhan terhadapnya. Satreskrim Polsek Geyer menyatakan bahwa Kusyanto benar-benar hanya seorang pencari bekicot, bukan seorang pencuri.

Baca juga :   Selain Fatality, Bima Putra Abadi Citranusa Juga Lakukan Pencemaran Lingkungan dan Pemindahan Alur Sungai?

“Kusyanto tidak bersalah dan tuduhan pencurian itu tidak bisa dibuktikan. Dia benar-benar pencari bekicot. Di bronjong motornya juga masih banyak bekicot. Anggota kami, Aipda IR, telah salah tangkap,” ujar salah satu penyidik yang enggan disebutkan namanya.

Setelah dinyatakan tidak bersalah, Kusyanto akhirnya dikembalikan ke rumahnya dengan disaksikan oleh perangkat desa. Namun, kejadian tersebut meninggalkan luka mendalam bagi dirinya dan keluarganya. Ia merasa malu dan trauma setelah video persekusi terhadapnya tersebar luas di media sosial. Kini, ia menuntut agar nama baiknya dipulihkan dan meminta Aipda IR untuk meminta maaf secara langsung.

“Saya orang nggak punya, nggak bisa berbuat apa-apa. Saya hanya ingin IR meminta maaf secara langsung dan nama baik saya dipulihkan. Saya sakit hati, malu, dan takut pergi keluar,” ungkap Kusyanto dengan mata berkaca-kaca.

Hal senada diungkapkan oleh kakaknya, Jumiyatun, yang merasa bahwa keluarganya diperlakukan tidak adil hanya karena mereka berasal dari golongan ekonomi lemah.

Baca juga :   Puncak HAN ke-41 Sumsel, Gubernur Herman Deru Rayakan Bersama Anak-Anak

“Apa karena kami orang tak punya terus diperlakukan seenaknya? Kami minta nama baik Kusyanto dipulihkan dan pelaku meminta maaf secara langsung. Mental adik saya hancur. Kasihan,” tuturnya.

Tetangga-tetangga Kusyanto juga turut membela dan menyayangkan tindakan yang dilakukan oleh oknum polisi tersebut. Mereka menyebut Kusyanto sebagai sosok yang sederhana dan tidak pernah berbuat macam-macam.

Kasi Humas Polres Grobogan, AKP Danang Esanto, mengatakan bahwa pihak kepolisian masih mendalami kasus ini. Aipda IR saat ini sedang menjalani pemeriksaan di Propam Polres Grobogan.

“Kami akan melakukan penyelidikan dan pemeriksaan terkait video viral tersebut sesuai dengan aturan yang berlaku,” ujar AKP Danang.

Baca juga :   Jambret Polisi, Dua Sekawan di Palembang Ditangkap

Sementara itu, pakar hukum pidana Boris Tampubolon menilai bahwa tindakan yang dilakukan oleh Aipda IR sangat tidak profesional dan melanggar hukum. Menurutnya, polisi tidak boleh melakukan intimidasi demi mendapatkan pengakuan.

“Perbuatan oknum polisi yang melakukan intimidasi ini jelas telah melanggar hukum dan mencoreng nama baik Polri. Polisi wajib menjalankan tugasnya secara profesional, menghormati hak asasi manusia, dan tidak boleh melakukan pemeriksaan dengan cara kekerasan atau pemaksaan,” kata Boris.

Ia menegaskan bahwa Polri harus memberikan sanksi tegas kepada Aipda IR serta meminta maaf secara institusional kepada Kusyanto untuk memulihkan nama baiknya.

Baca juga :   Curi Uang Rumah Makan, IRT di Palembang Digelandang ke Kantor Polisi

Hingga kini, Kusyanto masih menunggu permintaan maaf secara langsung dari oknum polisi yang telah memfitnah dan memperlakukannya dengan tidak adil. Ia berharap agar kasus ini bisa menjadi pelajaran agar tidak ada lagi warga kecil yang mengalami perlakuan serupa.

“Saya hanya ingin hidup tenang. Saya tidak pernah mencuri. Saya hanya mencari bekicot untuk menghidupi keluarga,” tuturnya dengan suara lirih. (KPB)

Grobogan Pencari Bekicot Polisi Salah tangkap
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleIstri dan Anak Tewas Diterjang Banjir, Pengakuan Suaminya Buat Warga Kesal
Next Article Awal Pekan, Harga Emas Antam Mulai Merangkak Naik
ADMIN

Related Posts

Regional

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/20265 Views
Regional

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/20265 Views
Regional

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,887 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,759 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,733 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?