RELUNG.ID – Linda Arlan, istri pertama Wali Kota Prabumulih, Arlan, resmi dilantik sebagai Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Prabumulih untuk periode 2025-2030.
Pelantikan yang berlangsung di Novotel Palembang pada Kamis (6/3/2025) ini sekaligus mengakhiri spekulasi publik mengenai siapa dari empat istri Wali Kota yang akan menduduki jabatan tersebut.
Pelantikan tersebut dilakukan oleh Ketua TP PKK Sumsel, Febrita Lustia Herman Deru, dan dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, termasuk Wali Kota Prabumulih Arlan dan Wakil Wali Kota Prabumulih, Franky Nasril.
Meski Linda Arlan telah dipilih sebagai Ketua TP PKK, pertanyaan lain yang tak kalah menarik adalah bagaimana peran dan kedudukan tiga istri lainnya, serta bagaimana mereka akan berkontribusi dalam mendukung program pemerintahan suami mereka.
Dalam struktur TP PKK Kota Prabumulih, Nuning Mulya Franky, yang merupakan istri Wakil Wali Kota Prabumulih Franky Nasril, didapuk sebagai Wakil Ketua TP PKK.
Namun, hingga saat ini belum ada kejelasan terkait peran tiga istri lainnya dalam pemerintahan atau organisasi sosial di Kota Prabumulih.
Sebagian masyarakat masih menunggu apakah mereka akan diberikan jabatan atau peran lain dalam mendukung program-program yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat, khususnya kaum perempuan dan anak.
Heboh saat Kenalkan Empat Istri
Sejak awal kampanye Pilkada 2024, kehidupan pribadi Arlan telah menjadi sorotan karena keterbukaannya dalam memperkenalkan keempat istrinya secara langsung kepada masyarakat.
Bahkan, saat kampanye di Kelurahan Sungai Medang, Kecamatan Cambai, pada Oktober 2024 lalu, ia mengajak mereka naik ke panggung dan memperkenalkan satu per satu kepada para pendukungnya.
Aksi tersebut menimbulkan beragam reaksi di tengah masyarakat. Sebagian menganggap keterbukaan Arlan sebagai bentuk kejujuran dan keberanian, sementara yang lain menilai hal tersebut kurang pantas dijadikan bahan kampanye politik.
Saat itu, Arlan menegaskan memiliki empat istri bukanlah sebuah masalah, asalkan ia mampu bertanggung jawab dunia dan akhirat. Ia bahkan mengklaim keberadaan keempat istrinya bisa memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama dalam bidang sosial dan ekonomi.
“Kalau ada yang butuh baju, bisa ke istri pertama. Butuh tas, silakan ke istri kedua. Sepatu ke istri ketiga, dan kalau butuh jilbab, bisa ke istri keempat,” ujar Arlan kepada masyarakat yang hadir dalam kampanye saat itu.
Meski pernyataan tersebut disampaikan dengan nada bercanda, banyak yang menafsirkan bahwa ada kemungkinan istri-istri lainnya akan memiliki peran dalam berbagai sektor di Kota Prabumulih.
Hanya saja, hingga kini masih belum jelas pembagian peran masing-masing istri Wali Kota Prabumulih tersebut dalam pemerintahan yang dipimpinnya. (KPB)

