RELUNG.ID- Isu dugaan perselingkuhan yang menyeret nama Irjen Pol Krishna Murti dengan seorang Polwan berpangkat Kompol berinisial AP atau Anggie, belakangan ramai menjadi perhatian publik.
Kabar tersebut beredar luas di media sosial dan disebut-sebut telah berlangsung sejak 2018.
Meski kebenarannya belum terkonfirmasi, imbasnya cukup besar. Krishna Murti resmi dimutasi dari jabatan strategisnya sebagai Kepala Divisi Hubungan Internasional (Kadiv Hubinter) Polri menjadi Staf Ahli Manajemen (Sahlijemen) Kapolri pada Agustus 2025.
Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menyatakan akan meminta klarifikasi resmi dari Polri terkait isu ini.
“Dugaan tersebut masuk ranah pelanggaran etika, baik kepribadian maupun kelembagaan, sehingga perlu ditindaklanjuti sesuai aturan,” ujar Komisioner Kompolnas Yusuf Warsyim.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari Polri terkait detail kasus maupun sanksi yang dijatuhkan.
Krishna Murti lahir di Ambon, Maluku, 15 Januari 1970. Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) angkatan 1991, satu angkatan dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Namanya mulai dikenal publik saat menjabat Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya pada 2015. Kala itu, ia terlibat langsung dalam pengusutan kasus kopi sianida yang menewaskan Wayan Mirna Salihin dengan terdakwa Jessica Kumala Wongso.
Momen lain yang melekat di ingatan publik adalah aksinya saat peristiwa Bom Thamrin, Januari 2016. Dengan kacamata hitam dan rompi antipeluru, Krishna berada di garis depan memberi aba-aba pasukan, termasuk kepada Ferdy Sambo yang kala itu menjadi wakilnya.
Dalam kariernya, Krishna juga pernah menduduki sejumlah jabatan penting, mulai dari Kapolsek Randudongkal, Wakapolda Lampung, Karomisinter Divhubinter, hingga Kadiv Hubinter Polri sejak 2022 sebelum akhirnya dimutasi.
Krishna Murti diketahui masih berstatus menikah dengan Nany Ariany Utama. Dari pernikahan ini, mereka dikaruniai dua anak. Nany kerap mendampingi suaminya dalam berbagai kegiatan Bhayangkari, bahkan saat Krishna bertugas di Markas PBB New York (2011–2013).
Selain dikenal sebagai perwira polisi, Krishna juga lahir dari keluarga militer. Ayahnya, Brigjen TNI (Purn) H. Bom Soerjanto, dan adiknya, Letjen TNI Mohammad Fadjar, kini menjabat sebagai Pangkostrad.
Tak hanya di bidang kepolisian, Krishna juga menekuni dunia akademik. Ia menuntaskan pendidikan doktoral (S3) Ilmu Komunikasi di Universitas Padjadjaran pada 2024.[YKP]

