R, seorang siswa SMP yang menjadi korban perundungan teman satu sekolahnya pada Senin lalu (5/9), didampingi ayahnya Aji Joni (45) Melaporkan kejadian tersebut ke Polres Empat Lawang.
Pasalnya, sang ayah tidak terima karena akibat perundungan tersebut sang anak babak belur.
“Saya tidak terima, anak saya diperlakukan seperti itu,” kata Aji, Jumat (9/9)
Warga Desa Padang Titiran, Kecamatan Talang Padang ini mengatakan bahwa anaknya tersebut merupakan siswa kelas IX SMP 1 Talang Padang. Kejadian tersebut terjadi saat jam istirahat di kebun kopi milik warga yang tak jauh dari sekolah.
Aksi ini diketahui, ketika pulang anaknya babak belur ditambah lagi video yang beredar viral di media sosial.
“Saya buat laporan ini agar kasus ini jelas dan ditindak sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.
Dari video tersebut, dia melihat anaknya tidak berdaya dihajar oleh para pelaku dan tidak dapat melawan. “Temannya yang lain tidak ada yang melerai, malah menertawakannya,” kesalnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Empat Lawang, AKP M Tohirin mengatakan, pihaknya sudah menerima LP dari orang tua korban, yang nantinya akan didalami oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).
“Kami belum dapat menentukan siapa tersangka dari kejadian ini. Tapi, kami sudah mengecek lokasi dan memeriksa saksi. Bahkan, mengamankan alat bukti,” tutupnya.
