RELUNG.ID – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mulai menggulirkan program perbaikan dan pemeliharaan jalan pada Juli 2026. Di tengah penurunan anggaran yang cukup signifikan, pemerintah memilih memprioritaskan penanganan ruas jalan rusak berat melalui perbaikan fungsional agar akses transportasi masyarakat tetap terjaga.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Tata Ruang (PU BMTR) Sumsel, M. Affandi, mengatakan sebanyak 70 ruas jalan provinsi akan menjadi sasaran perbaikan tahun ini dengan total anggaran mencapai Rp380 miliar.
“Pelaksanaan perbaikan dan pemeliharaan jalan baru akan dilakukan Juli ini. SPK (Surat Perintah Kerja) akan keluar dalam beberapa hari ke depan. Total ada 70 ruas jalan yang akan diperbaiki dengan nilai anggaran Rp380 miliar,” ujarnya, Kamis (2/7/2026).
Menurut Affandi, keterbatasan anggaran membuat pemerintah harus mengubah strategi penanganan infrastruktur. Jika sebelumnya banyak proyek rekonstruksi menyeluruh, tahun ini perbaikan lebih difokuskan pada penutupan lubang (patching), perawatan fungsional, dan penanganan titik-titik kerusakan yang paling membahayakan pengguna jalan.
“Kita akan melakukan optimalisasi pelaksanaan perbaikan jalan. Fokusnya patching dan penanganan fungsional sesuai kondisi keuangan daerah yang mengalami penurunan,” katanya.
Ia mengungkapkan, anggaran pemeliharaan jalan tahun ini turun hampir 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2025, anggaran perbaikan jalan provinsi mencapai lebih dari Rp700 miliar, sedangkan tahun ini hanya tersedia Rp380 miliar.
Padahal, panjang jalan provinsi yang menjadi kewenangan Pemprov Sumsel mencapai sekitar 1.779 kilometer dan membutuhkan pemeliharaan rutin agar kondisinya tetap layak dilalui.
“Informasi sementara, anggaran tahun 2027 juga diperkirakan kembali menurun menjadi sekitar Rp200 miliar. Namun itu masih akan melihat perkembangan kemampuan keuangan daerah,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Jalan PU BMTR Sumsel menambahkan seluruh proses lelang proyek telah selesai dan sebagian ruas bahkan sudah mengantongi SPK sehingga pekerjaan fisik segera dimulai.
Perbaikan akan tersebar di hampir seluruh kabupaten dan kota yang memiliki jalan provinsi, termasuk OKI, Empat Lawang, OKU, OKU Timur, OKU Selatan, Muara Enim, serta sejumlah daerah lainnya. Khusus Kota Palembang, pemeliharaan akan dilakukan di beberapa ruas strategis seperti Jalan Noerdin Pandji, sedangkan Flyover Jakabaring dijadwalkan menjalani pengaspalan setelah proses lelang rampung.
“Untuk Jalan Radial tidak dilakukan pemeliharaan karena kondisinya masih baik,” ujarnya.[THQ]

