RELUNG.ID – Sebuah video yang diunggah Bupati Bangka Selatan, Riza Herdavid, melalui akun TikToknya @Riza_herdavid pada Kamis (27/2), menjadi perbincangan hangat.
Dalam video tersebut, Gubernur Sumsel, Herman Deru, terlihat mengenakan pakaian putih lengkap dengan tanda pengenal saat menghadiri sebuah retreat di Magelang. Namun, yang menarik perhatian publik adalah jam tangan mewah yang dikenakannya.
Berdasarkan penelusuran, jam tangan tersebut adalah Hublot Spirit of Big Bang, dengan harga berkisar antara Rp195 juta hingga Rp288 juta.
Menanggapi hal ini, Direktur Eksekutif Suara Informasi Rakyat Sriwijaya (SIRA), Rahmat Sandi, menyayangkan pilihan gaya hidup Gubernur Sumsel.
Ia menilai, di tengah kondisi Sumsel yang masuk dalam 10 daerah termiskin di Indonesia, penggunaan barang mewah oleh pejabat publik mencerminkan kurangnya kepekaan sosial.
“Seharusnya jangan terlalu mewah, terutama dalam acara seperti retreat,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa di saat pemerintah sedang melakukan efisiensi anggaran, pejabat publik seharusnya lebih menunjukkan sikap sederhana.
Deputi Komunitas Masyarakat Anti Korupsi (MAKI), Feri Kurniawan, turut menyoroti kepemilikan jam tangan mewah tersebut.
Menurutnya, setiap barang mewah seharusnya dilaporkan dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). Namun, berdasarkan pemeriksaan, jam tangan tersebut tidak tercantum dalam laporan kekayaan Herman Deru.
“Jadi ada yang tidak sesuai dengan apa yang dilaporkan dalam LHKPN ini,” tegasnya.
Feri lantas mempertanyakan apakah seorang pejabat publik yang digaji dari uang rakyat wajar menunjukkan kemewahan di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang sulit.
Menurutnya, sikap sederhana dan transparan dalam pelaporan kekayaan menjadi aspek penting yang harus dijaga oleh setiap pemimpin.
“Apalagi saat ini pemerintah kita sedang melakukan efisiensi anggaran.tentu ini harus menjadi perhatian,” ujarnya. (LWM)

