RELUNG.ID – Analisis terbaru pasar mobil listrik global menunjukkan pertumbuhan penjualan sebesar 18 persen secara year-on-year (YoY) sepanjang Januari 2025.
Angka ini tercatat turun 30 persen dibandingkan dengan Desember 2024, sebuah penurunan yang sudah diperkirakan pasca musim liburan.
Di Tiongkok, fenomena serupa terlihat dengan penurunan penjualan sebesar 43 persen secara month-on-month (MoM) dibandingkan dengan Desember 2024.
Meskipun demikian, pasar Tiongkok masih menunjukkan kenaikan 12 persen YoY, menandakan adanya pemulihan dari tingkat penjualan tahun sebelumnya.
Sementara itu, pasar di Eropa dan wilayah AS/Kanada mengalami dinamika yang berbeda. Penjualan mobil listrik di Eropa naik 21 persen YoY namun turun 19 persen MoM, sedangkan di AS dan Kanada, penjualan meningkat 22 persen YoY tetapi turun 28 persen MoM.
Di antara negara-negara Eropa, Jerman mencatat pertumbuhan paling signifikan dengan peningkatan penjualan sebesar 50 persen dibandingkan Januari 2024, sementara Prancis mengalami penurunan 15 persen.
Penurunan di Prancis disinyalir terkait dengan pengumuman pajak berat baru untuk kendaraan PHEV yang mulai berlaku pada Januari, sehingga banyak pembeli melakukan pembelian pada Desember 2024.
Para analis mengingatkan bahwa meskipun terjadi peningkatan penjualan di pasar mobil listrik AS dan Kanada, ketidakpastian tahun depan masih tinggi.
Hal ini dikarenakan adanya perang dagang yang sedang berlangsung, yang dilancarkan oleh pemerintahan Trump yang baru terhadap mitra dagang.
Meskipun tarif baru belum memberikan dampak signifikan pada penjualan bulan Januari, para ahli memperkirakan dampaknya akan terasa besar dalam beberapa bulan mendatang. (AAL)

