RELUNG.ID – Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang berjalan lancar pada Senin (12/10/2026).
Kondisi cuaca yang lebih cerah dan jarak pandang yang membaik membuat penerbangan kedatangan maupun keberangkatan beroperasi sesuai jadwal.
Situasi ini berbeda dibandingkan beberapa hari sebelumnya ketika kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sempat mengganggu jarak pandang di sejumlah wilayah Sumatera Selatan (Sumsel).
Humas PT Angkasa Pura II Cabang Bandara Internasional SMB II Palembang, Nindia, mengatakan operasional bandara berlangsung normal tanpa kendala berarti. Seluruh penerbangan yang dijadwalkan pada hari tersebut dapat beroperasi sesuai waktu yang telah ditentukan.
“On schedule, operasional berjalan lancar karena visibility di atas 1.000 meter,” kata Nindia, Senin (12/10/2026).
Menurutnya, kondisi cuaca yang relatif cerah turut mendukung kelancaran aktivitas penerbangan. Tidak adanya gangguan berarti membuat arus penumpang di bandara juga berjalan normal.
Berdasarkan jadwal penerbangan, terdapat 52 pergerakan pesawat di Bandara SMB II Palembang sepanjang hari tersebut. Jumlah itu terdiri dari 25 penerbangan kedatangan dan 27 penerbangan keberangkatan yang melayani berbagai rute domestik maupun internasional.
Kelancaran operasional tersebut juga membuat tidak terjadi penumpukan penumpang di ruang tunggu seperti yang sempat terjadi ketika penerbangan mengalami gangguan akibat kondisi jarak pandang.
Sementara itu, General Manager AirNav Indonesia Cabang Palembang, Lanang Wibisono, menyebutkan jarak pandang di Bandara SMB II mengalami perbaikan dibandingkan beberapa hari sebelumnya.
“Alhamdulillah, lebih baik dari beberapa hari sebelumnya. Jarak pandang hari ini yakni 1.700 meter,” ujarnya.
Lanang menjelaskan, keputusan untuk melaksanakan penerbangan tidak hanya ditentukan oleh jarak pandang, tetapi juga mempertimbangkan ketentuan keselamatan penerbangan, fasilitas navigasi yang tersedia, serta kemampuan operasional masing-masing pesawat.
Menurutnya, keputusan akhir terkait kelayakan penerbangan berada di tangan pilot in command atau kapten pilot yang bertanggung jawab atas keselamatan penerbangan.
“Karena yang tahu persis performa pesawat serta jarak pandang dari kokpit adalah pilot,” tutupnya. (CKM)

