RELUNG.ID — Pemerintah mempersiapkan menu makan sesuai dengan kondisi kesehatan masing-masing jemaah calon haji (JCH) tahun ini.
Namun, hal ini dilakukan dengan catatan bahwa JCH harus menginformasikan kebutuhan kesehatannya kepada petugas kloter minimal sehari sebelum masuk asrama.
Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kanwil Kemenag Sumsel, Armet Dachil, menjelaskan bahwa pemesanan jenis makanan tersebut bisa disesuaikan dengan kebutuhan kesehatan para JCH saat berada di asrama haji. Ini sejalan dengan tagline “Haji Ramah Lansia” yang diusung tahun ini.
“Peningkatan kualitas layanan menjadi komitmen PPIH Embarkasi Palembang, baik di asrama haji maupun selama penerbangan, dalam bidang kesehatan, imigrasi, dan seluruh pihak terlibat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Palembang (KKP) Emmilya Rosa mengungkapkan bahwa sekitar 85 persen JCH Indonesia termasuk dalam kategori resiko tinggi (risti). Oleh karena itu, pola istithaah kesehatan dilakukan sebelum JCH melakukan pelunasan haji.
“Istithaah kesehatan telah dilakukan di kabupaten/kota masing-masing, dan tim kesehatan embarkasi akan lebih fokus pada uji kelayakan terbang. Jika ada JCH yang tidak layak terbang, akan segera dilaporkan kepada ketua kloter serta pihak imigrasi dan penerbangan,” tambahnya.[RG]

