RELUNG.ID – Memasuki fase akhir pelaksanaan ibadah haji 2026, kesehatan jemaah menjadi perhatian serius. Hingga akhir Mei 2026, tercatat empat jemaah haji asal Embarkasi Palembang meninggal dunia di Tanah Suci akibat berbagai komplikasi penyakit yang diderita.
Jemaah terakhir yang dilaporkan wafat adalah Erniwati Kariman, asal Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan. Almarhumah yang tergabung dalam Kloter 11 meninggal dunia di Makkah pada 29 Mei 2026 pukul 18.20 Waktu Arab Saudi.
Kepala Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Palembang, Emmilya Rosa, mengatakan Erniwati meninggal akibat syok kardiogenik yang dipicu penyakit jantung iskemik serta diabetes melitus tipe 2.
“Almarhumah telah dimakamkan di Sharaya, Makkah,” ujar Emmilya, Senin (1/6/2026).
Dengan demikian, jumlah jemaah haji Embarkasi Palembang yang meninggal dunia selama penyelenggaraan haji tahun ini menjadi empat orang. Sebelumnya, Asan Akib bin Sanan dari Kloter 15 wafat pada 14 Mei 2026. Kemudian Aminah Katip Rahim bin Katip dari Kloter 9 meninggal pada 21 Mei 2026, disusul Tarmidi Pitono Basuki pada 23 Mei 2026.
“Meski demikian, mayoritas jemaah haji asal Sumsel saat ini telah menyelesaikan rangkaian puncak ibadah haji dan berada dalam kondisi siap memasuki tahapan akhir sebelum kepulangan ke Indonesia, ” kata dia.
Kabid Bina dan Pengendalian Haji dan Umrah Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Sumsel, Muhibbullah, mengatakan seluruh jemaah kini berada di Makkah untuk menyempurnakan rukun haji yang tersisa.
“Jemaah tinggal melaksanakan Thawaf Ifadhah dan Sa’i. Setelah itu, menjelang meninggalkan Makkah, mereka akan melaksanakan Thawaf Wada’,” katanya.
Muhibbullah mengingatkan jemaah, khususnya kelompok lanjut usia dan berisiko tinggi, agar menjaga kondisi fisik karena cuaca panas serta aktivitas ibadah yang padat masih berpotensi memicu gangguan kesehatan.
“Sementara itu, proses pemulangan jemaah haji Embarkasi Palembang dijadwalkan dimulai pada 1 Juni 2026 untuk kelompok terbang pertama. Mereka diperkirakan tiba di Tanah Air sehari kemudian. Adapun jemaah yang masuk gelombang kedua akan melanjutkan perjalanan ke Madinah sebelum kembali ke Indonesia, “kata dia.
Petugas kesehatan mengimbau seluruh jemaah untuk tetap memperhatikan asupan cairan, mengurangi aktivitas fisik berlebihan, dan segera melapor apabila mengalami keluhan kesehatan selama menjalani rangkaian ibadah maupun menjelang kepulangan.[THQ]

