RELUNG.ID – Kejelian tim patroli dalam mendeteksi kepulan asap di kawasan Desa Sungai Rambutan, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, berhasil mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berkembang menjadi lebih besar.
Kebakaran yang terjadi di lahan milik masyarakat itu menghanguskan sekitar tiga hektare area yang ditumbuhi semak belukar dan vegetasi sembelidang. Beruntung, respons cepat petugas gabungan membuat api dapat dikendalikan hanya dalam hitungan jam.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Kementerian Kehutanan Wilayah Sumatera, Ferdian Kristanto, mengatakan titik api pertama kali terdeteksi saat tim piket posko karhutla melakukan patroli rutin di sepanjang Jalan Lintas Palembang-Indralaya.
Saat patroli berlangsung, petugas melihat kepulan asap hitam dari kejauhan yang berasal dari arah Jalan RMK, Desa Sungai Rambutan. Temuan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan penyisiran lokasi untuk memastikan sumber asap.
“Setelah dilakukan pengecekan, tim menemukan adanya kebakaran lahan dan langsung melakukan penanganan bersama unsur terkait,” kata Ferdian, Minggu (31/5/2026).
Operasi pemadaman melibatkan personel Manggala Agni, BPBD, TNI, Polri, serta dukungan helikopter water bombing. Petugas darat juga mengerahkan satu unit kendaraan pengangkut air, dua pompa jinjing, dan berbagai peralatan manual untuk mempercepat proses pemadaman.
Upaya penanggulangan dimulai sekitar pukul 12.45 WIB. Berkat koordinasi yang baik antarinstansi, api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 15.14 WIB sebelum merambat ke area yang lebih luas.
Meski kebakaran berhasil diatasi, penyebab munculnya titik api masih dalam proses pendalaman. Petugas memastikan lokasi yang terbakar merupakan lahan masyarakat yang didominasi semak belukar dan vegetasi kering yang mudah terbakar saat cuaca panas.
Kepala BPBD Ogan Ilir, Edi Rahmat, memastikan kondisi di lapangan telah aman dan tidak ditemukan penyebaran api ke wilayah sekitar.
“Api sudah berhasil dipadamkan dan tidak meluas. Saat ini situasi terkendali,” ujarnya.[THQ]

