RELUNG.ID- Menjelang bulan suci Ramadan, harga kopi di tingkat pengepul lokal di Kota Pagar Alam mengalami penurunan signifikan. Saat ini, harga beli biji kopi kering hanya menyentuh Rp45 ribu per kilogram, turun dari sebelumnya yang berkisar antara Rp65 ribu hingga Rp70 ribu per kilogram.
Penurunan harga tersebut dipicu belum adanya permintaan dari eksportir kopi. Kondisi ini membuat pengepul lokal tidak berani membeli kopi dari petani dengan harga tinggi.
Meski harga turun cukup tajam, sebagian petani tetap menjual hasil panen kopi simpanan mereka untuk memenuhi kebutuhan biaya menyambut Ramadan.
Sailan (60), salah satu petani kopi di Pagar Alam, mengaku menjual sekitar dua karung biji kopi kering miliknya dengan total berat kurang lebih 70 kilogram. Kopi tersebut dibeli pengepul dengan harga Rp45 ribu per kilogram.
“Alhamdulillah masih cukup untuk persiapan puasa sampai Lebaran nanti, meski tidak sebanyak awal musim lalu,” ujarnya, Selasa (17/2/2026).
Menurutnya, kondisi harga saat ini memang lebih rendah dibanding awal musim panen. Namun ia tetap bersyukur karena beberapa tahun lalu harga kopi bahkan sempat berada di angka Rp25 ribu per kilogram.
Sementara itu, Zuhalman (70), salah seorang pengepul kopi di Pagar Alam, membenarkan bahwa lesunya permintaan ekspor sangat berpengaruh terhadap harga di tingkat lokal.
“Permintaan dari pengepul besar untuk ekspor belum ada. Jadi kami beli sesuai kemampuan. Untuk biji kopi kualitas bagus, paling tinggi Rp45 ribu per kilogram,” jelasnya.
Ia menambahkan, selama permintaan ekspor belum kembali normal, harga kopi di tingkat pengepul lokal diperkirakan masih akan bertahan di kisaran tersebut.[TFK]

