RELUNG.ID – Kepulangan jemaah haji asal Sumatera Selatan dari Tanah Suci tak hanya disambut dengan rasa syukur, tetapi juga diiringi pengawasan kesehatan ketat. Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Palembang mewajibkan seluruh jemaah menjalani karantina mandiri selama 21 hari guna mencegah potensi penyebaran penyakit menular dari luar negeri.
Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari sistem pengawasan berlapis yang dimulai sejak jemaah mendarat di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang hingga kembali ke daerah masing-masing.
Kepala BKK Kelas I Palembang, Emmilya Rosa, mengatakan setiap jemaah harus melalui proses deklarasi kesehatan dan skrining medis untuk memastikan kondisi mereka tetap aman setelah menempuh perjalanan panjang dari Arab Saudi.
“Pengawasan kesehatan dimulai sejak di dalam pesawat. Kami melakukan deklarasi kesehatan dan skrining terhadap gejala penyakit menular yang mungkin dialami jemaah,” ujarnya, Jumat (5/6/2026).
Petugas kesehatan secara khusus memantau gejala seperti demam, batuk, pilek, sesak napas, hingga munculnya ruam pada kulit. Jika ditemukan jemaah dengan suhu tubuh di atas 38 derajat Celsius, pemeriksaan lanjutan termasuk rapid test Covid-19 akan segera dilakukan.
Tak berhenti di bandara, pemeriksaan kembali dilakukan saat jemaah tiba di Asrama Haji Palembang melalui pengecekan suhu tubuh dan verifikasi data kesehatan yang telah diinput dalam sistem pemantauan kesehatan nasional.
Menurut Rosa, kewajiban karantina mandiri selama tiga pekan menjadi bagian penting dalam upaya deteksi dini penyakit yang memiliki masa inkubasi tertentu.
“Mereka diminta melakukan karantina mandiri selama 21 hari. Jika mengalami gejala seperti demam, ruam kulit, atau kaku kuduk, segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat,” tegasnya.
Untuk memastikan pengawasan berjalan optimal, Dinas Kesehatan kabupaten dan kota akan melakukan pemantauan lanjutan melalui sistem notifikasi kesehatan yang telah terintegrasi.
Meski pengawasan diperketat, hingga saat ini kondisi kesehatan jemaah haji asal Sumsel yang telah kembali ke Tanah Air terpantau baik. BKK Palembang memastikan belum ditemukan kasus penyakit menular yang membahayakan.
“Sejauh ini tidak ada kasus penyakit menular yang ditemukan pada jemaah yang baru pulang. Bahkan jemaah yang sebelumnya sempat dirawat karena Covid-19 dilaporkan sudah sehat,” kata Rosa.[THQ]

