RELUNG.ID – Apple mulai memasuki era kepemimpinan baru di bawah CEO John Ternus. Mantan Senior Vice President Hardware Engineering Apple itu disebut membawa pendekatan berbeda dibandingkan pendahulunya, Tim Cook, dengan mendorong organisasi yang lebih ramping, eksperimental, dan lebih cepat dalam meluncurkan produk.
Laporan Bloomberg yang dikutip Mark Gurman menyebut Ternus ingin membangun struktur perusahaan yang lebih berorientasi pada rekayasa.
Salah satu langkah yang mulai dilakukan adalah mengurangi lapisan manajemen tingkat menengah agar para insinyur dapat berkomunikasi lebih langsung dengan jajaran eksekutif senior.
Dalam beberapa pekan terakhir, Apple dilaporkan mulai mengurangi sejumlah posisi manajer program di divisi rekayasa. Posisi tersebut selama ini berperan mengoordinasikan berbagai tim dan memastikan proses pengembangan produk berjalan sesuai rencana.
Namun, para manajer yang terdampak tidak langsung diberhentikan. Apple memberikan kesempatan kepada mereka untuk mencari posisi lain di dalam perusahaan. Karyawan yang tidak mendapatkan posisi baru berpotensi terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) pada akhir tahun.
Perubahan organisasi tersebut juga dibarengi dengan evaluasi terhadap sejumlah proyek yang tengah dikembangkan Apple. Beberapa proyek dikabarkan dihentikan dan menyebabkan PHK dalam skala terbatas.
Tim yang terdampak antara lain disebut mencakup proyek terkait Siri dan kecerdasan buatan (AI), serta pengembangan perangkat extended reality (XR), termasuk Apple Vision Pro.
Langkah efisiensi juga sebelumnya sempat dikaitkan dengan rencana Apple mengurangi sekitar 5.000 posisi AppleCare dan menggantikan sebagian pekerjaannya dengan teknologi AI. Namun, rencana tersebut kabarnya berubah dan Apple untuk sementara tidak akan menggantikan pekerja AppleCare dengan AI.
Di bawah Ternus, efisiensi menjadi salah satu fokus utama. Ia disebut ingin Apple mampu menghasilkan lebih banyak produk dan inovasi dengan struktur tenaga kerja yang lebih kecil.
Bukan hanya efisiensi, Ternus juga mendorong Apple agar lebih berani bereksperimen dan meningkatkan frekuensi peluncuran produk.
Pendekatan tersebut berpotensi mengubah pola peluncuran produk Apple yang selama ini cukup teratur, terutama tradisi peluncuran besar pada September yang kemudian diikuti sejumlah produk baru pada musim semi.
Tanda perubahan itu disebut mulai terlihat dari strategi peluncuran iPhone terbaru. Pada September lalu, Apple hanya memperkenalkan model Pro dan Duo baru, sementara model iPhone standar dan varian Air disebut baru akan diperkenalkan pada tahun berikutnya.
Perubahan strategi tidak hanya menyasar perangkat keras. Jajaran eksekutif Apple juga tengah mempertimbangkan pengembangan layanan baru untuk meningkatkan pendapatan dari basis produk yang sudah dimiliki perusahaan.
Langkah tersebut menjadi semakin penting karena bisnis App Store menghadapi tekanan regulasi di sejumlah pasar besar, termasuk Amerika Serikat, Uni Eropa dan Jepang. Kondisi tersebut berpotensi membatasi pertumbuhan salah satu sumber pendapatan penting Apple.
Ternus bersama Senior Vice President Services and Health Eddy Cue serta CFO Apple Kevan Parekh disebut tengah membahas sejumlah kemungkinan layanan baru yang dapat memperluas sumber pendapatan perusahaan.
Jika arah tersebut terus berlanjut, era Ternus tidak hanya akan ditandai dengan perubahan struktur organisasi Apple, tetapi juga oleh perubahan cara perusahaan mengembangkan, menguji dan meluncurkan produk serta layanan. (LWM)

