RELUNG.ID – Keberhasilan Timnas Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026 tidak hanya mengukir sejarah di panggung sepak bola dunia, tetapi juga membawa pulang hadiah dengan nilai fantastis. Sebagai kampiun turnamen empat tahunan tersebut, La Furia Roja berhak menerima hadiah sebesar US$50 juta atau sekitar Rp895 miliar.
Spanyol memastikan gelar juara setelah menundukkan Argentina dengan skor tipis 1-0 pada partai final yang berlangsung di Stadion New York New Jersey, Amerika Serikat, Minggu (19/7/2026) waktu setempat. Gol semata wayang Ferran Torres pada menit ke-106 menjadi penentu kemenangan sekaligus mengakhiri perjuangan Argentina.
Selain mengangkat trofi Piala Dunia, Spanyol juga mencatat sejarah sebagai tim pertama yang menerima cincin juara Piala Dunia, penghargaan baru yang diperkenalkan FIFA sebagai simbol keberhasilan menjuarai turnamen paling bergengsi di dunia.
Berdasarkan skema hadiah yang ditetapkan FIFA, tim peringkat kedua atau runner-up, Argentina, memperoleh hadiah sebesar US$33 juta atau sekitar Rp590,7 miliar.
Pada edisi 2026, FIFA mencatat rekor baru dalam total alokasi hadiah. Sebanyak US$871 juta atau sekitar Rp15,6 triliun dibagikan kepada 48 negara peserta, meningkat dibanding edisi sebelumnya.
Kenaikan nilai hadiah tersebut diputuskan setelah FIFA menyetujui penambahan dana lebih dari US$100 juta, menyusul permintaan sejumlah federasi sepak bola Eropa yang mengusulkan tambahan anggaran untuk membantu biaya operasional selama turnamen yang digelar di tiga negara, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Meski hadiah untuk juara mencapai hampir Rp900 miliar, nominal tersebut masih tergolong kecil dibanding besarnya industri sepak bola global. Bahkan, nilai hadiah juara Piala Dunia 2026 masih berada di bawah hadiah juara Piala Dunia Antarklub FIFA yang digelar sebelumnya.
FIFA juga menetapkan besaran hadiah berdasarkan pencapaian masing-masing tim. Juara ketiga memperoleh US$29 juta, peringkat keempat US$27 juta, tim perempat final US$19 juta, babak 16 besar US$15 juta, babak 32 besar US$11 juta, sedangkan seluruh peserta fase grup tetap menerima US$9 juta.
Meski para pemain merayakan kemenangan dengan mengangkat trofi asli saat seremoni penyerahan gelar, FIFA tidak memberikan trofi tersebut secara permanen. Trofi asli tetap menjadi milik FIFA, sementara tim juara membawa pulang replika trofi berlapis emas sebagai kenang-kenangan.
Adapun hadiah uang tidak langsung dibagikan kepada para pemain. Dana tersebut ditransfer FIFA ke rekening federasi sepak bola masing-masing negara, sedangkan mekanisme pembagiannya ditentukan berdasarkan kebijakan internal federasi.
Sebagai contoh, Federasi Sepak Bola Amerika Serikat menerapkan sistem pembagian hadiah dengan menyisihkan 20 persen untuk kebutuhan organisasi, sementara 80 persen sisanya dibagikan secara merata kepada tim nasional putra dan putri sesuai kebijakan equal pay yang mulai diberlakukan sejak 2022.[THQ]

