RELUNG.ID – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bukit Sulap Lubuklinggau dinilai dalam kondisi ‘sakit parah’.
Hal ini perlu dilakukan langkah secepatnya untuk memperbaiki kondisi tersebut.
“Banyak sekali permasalahan-permasalahannya. Mulai dari aspek keuangan, aspek operasional, aspek sumber daya manusia dan juga aspek layanan,” kata Calon Direktur Terpilih PDAM Tirta Bukit Sulap Lubuklinggau, Suhada, Senin (20/7/2026).
Menurut Suhada, keempat aspek tersebut semuanya “sakit” dan utamanya adalah masalah keuangan. Sehingga ia berupaya untuk penyehatan PDAM Tirta Bukit Sulap ini, pihaknya sangat butuh arahan dan bimbingan.
“Program jangan pendek saya dalam 100 hari pertama kerja, akan melakukan pertemuan dengan seluruh karyawan PDAM utamanya dari bidang-bidang dan mendengarkan atau tahu dulu apa yang akan saya lakukan ketika saya jadi Direktur PDAM,” ujarnya.
“Saya juga ingin mendengarkan keluhan-keluhan dari mereka dan apa yang mereka harapkan,” timpalnya.
Selain itu, ia juga akan melakukan normalisasi instalasi pengolahan air (IPA). Sebab berkaitan dengan IPA tersebut diakuinya, banyak keluhan dari pelanggan mengenai kondisi dan kualitas air keruh serta yang tidak sampai ke rumah.
“Jadi saya juga akan segera membentuk tim reaksi cepat (TRC). Jadi Tim reaksi cepat ini kan, saya mau lihat dulu kondisi pegawai. Kalau bisa setiap Kecamatan ada TRC nya. Namun kalau jumlah karyawannya kurang, mungkin dua saja. Di Barat dan Utara ada yang bertanggung jawab di Timur dan Selatan,” jelasnya.
Selain itu, ia akan melakukan peluncuran hotline lapor Direktur lewat layanan aplikasi WhatsApp. Layanan ini menurutnya sebagai tempat masyarakat bisa mengadu terkait bila ada permasalahan yang ditemui di rumah pelanggan atau lapangan.
“Kamu juga akan melakukan razia sambungan ilegal, karena sudah banyak sekali kehilangan air kita. Termasuk dengan pergantian meteran induk. Karena banyak meteran sudah tidak benar lagi, akhirnya PDAM yang mengalami kerugian air,” ungkapnya.
Termasuk sambung Suhada, pihaknya akan menggelar program amnesti denda tunggakan. “Kamu akan sampaikan ke pelanggan bahwa kita akan adakan amnesti denda tunggakan. Tapi kita akan koordinasi dengan Pak Wali, kalau katanya di nol-kan, iya kita ikuti,” pungkasnya. (NSR)

