RELUNG.ID — Menurut data dari Kementerian Perhubungan, jumlah pemudik tahun ini diproyeksikan akan meningkat signifikan dibandingkan tahun lalu.
Jika pada tahun sebelumnya tercatat sebanyak 123 juta pemudik, tahun ini diperkirakan melonjak menjadi 193,6 juta, mencakup sekitar 71 persen dari total penduduk Indonesia.
Nicke Widyawati, Direktur Utama Pertamina, menjelaskan bahwa faktor-faktor seperti perbaikan kondisi ekonomi, penanganan Covid-19 yang lebih baik, dan libur sekolah menjadi pendorong utama lonjakan mudik tahun ini.
Dalam menghadapi situasi ini, Pertamina telah menyiapkan stok yang cukup untuk memenuhi kebutuhan energi selama masa Lebaran.
Nicke menambahkan bahwa Pertamina menggunakan teknologi untuk memantau distribusi energi secara real-time melalui Pertamina Integrated Enterprise Data and Command Center.
Dengan memanfaatkan digitalisasi dan data arus mudik tahun-tahun sebelumnya, Pertamina dapat menganalisis pergerakan orang dan menentukan jumlah stok energi yang dibutuhkan untuk tahun ini.
Sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, Pertamina berkomitmen untuk mendukung target Net Zero Emission 2060 dengan mendorong program-program yang berdampak langsung pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Semua upaya ini sejalan dengan penerapan Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina.

