RELUNG.ID – Lonjakan pemudik jalur kereta api di Sumatera Selatan tak terbendung. KA Bukit Serelo bahkan mencatat tingkat okupansi hingga 125–135 persen dari kapasitas tempat duduk selama masa Angkutan Lebaran 2026.
Data PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre III Palembang menunjukkan, hingga 17 Maret 2026, penjualan tiket telah menembus 104.126 lembar. Sementara jumlah penumpang yang sudah terlayani mencapai 25.514 orang.
Manager Humas KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti, menyebut tingginya angka tersebut dipicu lonjakan permintaan masyarakat yang beralih ke moda transportasi kereta api.
“KA Bukit Serelo menjadi yang paling diminati, dengan okupansi melampaui kapasitas kursi,” ujarnya.
Fenomena ini menandakan perubahan pola mudik. Kereta api kini bukan lagi alternatif, melainkan pilihan utama di tengah risiko kemacetan dan tingginya biaya perjalanan darat.
Di sisi lain, tekanan permintaan juga terlihat dari program mudik gratis. Dalam dua hari pelaksanaan, sebanyak 3.010 pemudik diberangkatkan dari Stasiun Kertapati.
Pada 17 Maret saja, 1.443 peserta diberangkatkan menggunakan KA Bukit Serelo dan KA Rajabasa. Sehari sebelumnya, 1.567 orang telah lebih dulu diberangkatkan.
Program ini merupakan hasil kolaborasi KAI, Pemprov Sumsel, dan Bank Sumsel Babel yang juga bertujuan mengalihkan beban lalu lintas dari jalan raya ke rel.
Meski permintaan tinggi, tidak semua rute kehabisan tiket. KA Sindang Marga masih menyisakan kursi, terutama untuk jadwal di luar puncak.
KAI pun mengimbau masyarakat untuk tidak terpaku pada satu layanan dan mulai mempertimbangkan alternatif perjalanan.
“Kami sarankan memanfaatkan KA Sindang Marga atau opsi tiket parsial,” pungkasnya. (KPB)

