RELUNG.ID – Kualitas udara di Palembang kembali memburuk sejak beberapa hari terakhir.
Berdasarkan data dari KLHK, tercatat ISPU di Palembang berada diangka 315 pada pukul 13.00 WIB, Sabtu (28/10).
Hal ini pun diakui oleh Kepala Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan Lahan (BPPIKHL) Wilayah Sumatera, Ferdian Kristanto.
Baca Juga: Honda Pamerankan Dua Produk Baru di Japan Mobility Show 2023, Dibuat dari Resin Akrilik Daur Ulang!
“Ya, ISPU di Palembang kembali berada di level berbahaya karena kondisi karhutla yang kembali meluas,” katanya.
Dia mengakui memang beberapa waktu lalu, kondisi kualitas udara mulai membaik dikarenakan hujan, sehingga berhasil menurunkan titik api.
Namun, beberapa hari terakhir tidak turun hujan berakibat karhutla kembali meluas.
Baca Juga: Leica M11-P dan Lensa Summicron-M 28 f/2 ASPH, Revolusi Teknologi Fotografi
“Karhutla ini ada yang berada di titik baru, ada juga yang di titik lama diantaranya di kawasan Jungkal Jaya, Cengal, Kabupaten OKI,” katanya.
Dia mengaku, kawasan Jungkal ini paling besar terjadi karhutla karena sudah terjadi kebakaran sejak dua bulan lalu. Bahkan, hingga saat ini kebakaran belum kunjung padam.
Tercatat, luasan lahan yang terbakar di Jungkal telah mencapai lebih dari 5.000 hektare.
Baca Juga: 4 November, Attack On Titan The Final Season Tayang 85 Menit
Menurutnya, sulit pemadaman karena kawasan tersebut merupakan daerah gambut yang memiliki kedalaman mencapai tiga sampai enam meter.
Sehingga, ketika api muncul proses pemadaman akan semakin sulit bahkan terus meluas.
“Terlebih lagi, saat ini air sudah minim, kanal primer pun sudah kering,” terangnya.
Baca Juga: Mau Cari Pasangan? Ini 5 Zodiak Memiliki Cinta Paling Tulus
Meski demikian, petugas Manggala Agni masih diterjunkan untuk melakukan pemadaman di Jungkal. Bahkan, mereka bermalam di lokasi untuk menghalau api agar tidak meluas.
“Hujan yang terjadi pada Senin dan Selasa lalu cukup efektif pada pemadaman. Tapi, pemadaman lewat dari darat terus dilakukan untuk menghambat pergerakan api,” pungkasnya

