RELUNG.ID – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menyelimuti Kota Palembang. Kualitas udara di ibu kota Sumatera Selatan (Sumsel) bahkan bertahan pada level berbahaya.
Data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) parameter PM2.5 pada Rabu (7/10/2026) pukul 06.00 WIB menunjukkan indeks kualitas udara Palembang berada di angka 383.
Angka tersebut masuk kategori berbahaya, menunjukkan tingginya konsentrasi partikel halus di udara yang berpotensi berdampak terhadap kesehatan masyarakat.
Kondisi tersebut terjadi ketika aktivitas karhutla di Sumsel kembali meningkat. Berdasarkan data Pusdalops BPBD Sumsel, sebanyak 3.762 titik panas atau hotspot terdeteksi dalam 24 jam hingga Rabu pagi.
Kabid Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman mengatakan, hotspot masih ditemukan di sejumlah wilayah dengan jumlah tertinggi berada di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).
“Berdasarkan data Pusdalops BPBD Sumsel total ada 3.762 titik hotspot dan terbanyak berada di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) sebanyak 2.197 titik,” kata Sudirman, Rabu (7/10/2026).
Selain OKI, Musi Banyuasin mencatat 860 hotspot, Banyuasin 294 titik, Muara Enim 190 titik, Ogan Ilir 74 titik, OKU Timur 41 titik dan OKU Selatan 27 titik.
Tingginya aktivitas hotspot dalam beberapa hari terakhir turut memperburuk kondisi udara di sejumlah daerah Sumsel.
Selain Palembang, PALI juga berada dalam kategori berbahaya dengan ISPU PM2.5 mencapai 347.
Sementara itu, Prabumulih mencatat angka 265 dan Musi Rawas 204. Kedua wilayah tersebut masuk kategori sangat tidak sehat.
Kualitas udara dalam kategori tidak sehat juga terpantau di Ogan Ilir dengan angka 150, Musi Banyuasin 159 dan Lahat 148. (DSK)

