Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Kabut Asap Pekat, BMKG Sarankan TK-SD di Palembang Belajar dari Rumah
Regional

Kabut Asap Pekat, BMKG Sarankan TK-SD di Palembang Belajar dari Rumah

alwiBy alwi26/08/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Kabut asap dampak Karhutla yang terjadi di Kota Palembang. (Thoriq/Relung)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Kualitas udara di Kota Palembang, Sumatera Selatan, kembali memburuk akibat paparan partikulat halus PM2.5.

Kondisi paling parah terjadi pada dini hari ketika konsentrasi PM2.5 di Stasiun Musi 2 milik Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencapai 180,8 µg/m³.

Angka tersebut masuk kategori merah atau sangat tidak sehat pada Rabu (26/8/2026) sekitar pukul 04.00 WIB.

Baca juga :   Pencuri Kabel di Bawah Jembatan Musi VI Kabur Lompat ke Sungai Musi

Meski konsentrasi partikulat kemudian menurun, kualitas udara masih berada pada tingkat yang perlu diwaspadai hingga pagi hari.

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatera Selatan, Wandayantolis, mengatakan pemantauan menunjukkan kualitas udara di Palembang sempat berada pada kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat.

“Berdasarkan data di Stasiun PM2.5 di Musi 2 Palembang, terpantau kualitas udara tidak sehat hingga sangat tidak sehat. Hingga pagi ini tercatat tidak sehat dengan nilai 81,6 µg/m³, setelah sebelumnya mencapai 180,8 µg/m³ dan masuk kategori merah atau sangat tidak sehat pada pukul 04.00 WIB,” ujarnya, Rabu (26/8/2026).

Baca juga :   Prakiraan Cuaca Palembang, Siang hingga Malam Hujan

Wandayantolis menjelaskan, perubahan kualitas udara di Palembang sangat dipengaruhi dinamika pergerakan dan penyebaran asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Konsentrasi PM2.5 juga dapat meningkat pada malam hingga pagi hari ketika kondisi atmosfer menyebabkan partikulat lebih mudah terakumulasi di dekat permukaan.

Melihat kondisi tersebut, BMKG meminta masyarakat lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas di luar rumah, terutama ketika konsentrasi PM2.5 kembali meningkat. Kelompok anak-anak menjadi salah satu yang perlu mendapat perhatian lebih.

Baca juga :   Prakiraan Cuaca Hari Ini: Palembang Masih Berpotensi Hujan

BMKG bahkan menyarankan pembelajaran bagi siswa TK dan SD dilakukan dari rumah ketika kualitas udara berada pada level tidak sehat hingga sangat tidak sehat.

“Kami menyarankan baiknya anak sekolah tingkat TK dan SD melakukan pembelajaran daring dari rumah, karena tingkat paparan PM2.5 pada level tidak sehat hingga sangat tidak sehat,” ungkapnya.

Selain mengurangi aktivitas di luar ruangan, masyarakat yang terpaksa keluar rumah disarankan menggunakan masker untuk mengurangi paparan partikulat.

Baca juga :   FSOSS Nilai Surat Pernyataan KONI Sumsel Bentuk Intimidasi dan Intervensi

Kondisi kualitas udara tersebut terjadi di tengah meningkatnya aktivitas karhutla di sejumlah wilayah Sumatera Selatan. Asap dari kebakaran yang terbawa angin dapat memengaruhi kualitas udara di kawasan perkotaan, termasuk Palembang.

Wandayantolis mengingatkan kualitas udara tidak bersifat statis. Kondisinya dapat membaik ketika penyebaran asap berkurang, tetapi kembali memburuk apabila konsentrasi partikulat meningkat.

“Masyarakat diminta tidak hanya mengandalkan kondisi udara pada satu waktu tertentu. Pemantauan kualitas udara perlu dilakukan secara berkala, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak,” tutupnya. (THQ)

BMKG Kabut Asap SD TK
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleCegah Penipuan, WhatsApp Perkuat Verifikasi Dua Langkah, Tambah Informasi Panggilan
Next Article Tiket KA PSO Rp32 Ribu, KAI Ingatkan Satu NIK Hanya untuk Satu Perjalanan
alwi

Related Posts

Regional

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/20265 Views
Regional

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/20265 Views
Regional

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,881 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,752 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,727 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?