RELUNG.ID — Kabut asap yang menyelimuti Kota Palembang akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sumatera Selatan mendorong Direktorat Polairud Polda Sumsel turun langsung memberikan perlindungan kepada masyarakat yang beraktivitas di perairan Sungai Musi.
Personel Ditpolairud Polda Sumsel membagikan sekitar 500 masker kepada masyarakat, penumpang, serta serang speedboat dan getek di Dermaga Pasar 16 Ilir Palembang, Jumat (28/8/2026) pagi.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung Komandan Kapal Patroli (KP) Elang Bondol V-4001, AKP Imam Shokibi, SH. Pembagian masker dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap dampak kesehatan yang dapat ditimbulkan oleh paparan kabut asap.
AKP Imam Shokibi mengatakan, masyarakat yang beraktivitas di sekitar Sungai Musi tetap perlu mendapatkan perhatian karena harus berada di ruang terbuka dan terpapar udara yang tercemar asap.
“Hari ini kami turun langsung ke Dermaga Pasar 16 Ilir untuk membagikan sekitar 500 lembar masker kepada masyarakat,” ujar Imam di sela kegiatan.
Menurutnya, tugas Ditpolairud Polda Sumsel tidak hanya berkaitan dengan pengamanan, keselamatan, dan penegakan hukum di wilayah perairan. Kepedulian terhadap kesehatan masyarakat yang beraktivitas di Sungai Musi juga menjadi bagian dari perhatian kepolisian.
Ia mengimbau masyarakat untuk mengenakan masker selama kondisi kabut asap masih terjadi. Penggunaan masker diharapkan dapat membantu mengurangi risiko gangguan pernapasan akibat paparan asap.
“Kami juga mengimbau masyarakat untuk memakai masker selama masih ada kabut asap untuk mengantisipasi sesak napas ataupun penyakit lainnya yang disebabkan asap,” katanya.
Selain membagikan masker, personel Ditpolairud Polda Sumsel turut menyampaikan imbauan keselamatan kepada serang atau pengemudi speedboat dan getek serta pengguna jasa transportasi air.
Masyarakat diminta tetap mengutamakan keselamatan dan mematuhi aturan lalu lintas perairan selama melakukan aktivitas di Sungai Musi.
Imam juga mengingatkan para pengemudi agar mempertimbangkan kondisi cuaca dan jarak pandang sebelum berangkat. Kabut asap yang tebal dapat mengganggu jarak pandang dan meningkatkan risiko kecelakaan di perairan.
“Saat cuaca tidak bersahabat ataupun kabut asap tebal, agar menunda dulu keberangkatannya supaya tidak terjadi laka air di wilayah perairan Sungai Musi,” tegasnya.
Langkah tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat tetap terlindungi dari dampak kabut asap sekaligus mencegah terjadinya kecelakaan air akibat kondisi jarak pandang yang terbatas. (FZP)

