RELUNG.ID – Seorang pengamen bernama Dani (29) ditangkap pihak kepolisian setelah meresahkan sopir dan penumpang angkot trayek 13 rute BTM–Balai Kota Bogor.
Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (21/7/2025) dan sempat membuat suasana angkot menjadi tidak kondusif.
Kapolsek Bogor Tengah, Kompol Agustinus Manurung, menjelaskan bahwa saat insiden terjadi, Dani berada dalam keadaan mabuk saat mengamen di dalam angkot. Ia membentak sopir dan menimbulkan rasa tidak nyaman bagi penumpang lainnya.
“Menurut pengakuan pelaku, peristiwa tersebut berawal ketika pelaku naik ke angkot untuk mengamen dalam keadaan mabuk,” jelas Kompol Agustinus, Rabu (23/7/2025).
Peristiwa memuncak saat sopir angkot memacu kendaraan dan Dani yang hendak turun di sekitar Hotel Salak, hampir terjatuh. Ia kemudian memaki-maki sopir di sekitar Jalan Juanda.
Petugas akhirnya mengamankan Dani pada Rabu dini hari (23/7/2025) di kawasan Jembatan Cinta, dan langsung membawanya ke Mapolsek Bogor Tengah untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Menanggapi insiden ini, Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, turun langsung dan menyampaikan bahwa Dani sebelumnya adalah seorang pemulung yang baru dua hari mencoba mengamen untuk memenuhi kebutuhan hidup.
“Yang bersangkutan sebelumnya adalah pemulung dan sudah memiliki istri serta dua anak,” ujar Jenal di Polsek Bogor Tengah.
Dani diketahui tinggal di kawasan Jalan Padat Karya, Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor.
Sebagai bentuk pendekatan humanis, Jenal menawarkan Dani pekerjaan sebagai petugas kebersihan di Alun-Alun Kota Bogor melalui program Sasapu (Sapu Alun-alun).
Namun tawaran ini diberikan dengan syarat bahwa Dani benar-benar berkomitmen untuk berubah dan tidak mengulangi kebiasaan mabuk-mabukan.
“Kalau itu sudah bisa (berhenti mabuk), saya akan libatkan nanti untuk kerja di alun-alun,” kata Jenal.
Menurut Jenal, langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah kota dalam mencari solusi jangka panjang untuk warga yang mencari nafkah di jalanan agar bisa memiliki pekerjaan yang lebih layak.
“Upaya-upaya ini adalah bentuk ikhtiar kami untuk memberikan alternatif penghidupan yang lebih baik, khususnya bagi warga yang selama ini mengamen dan menimbulkan keresahan di ruang publik,” pungkasnya. (vid)

