RELUNG.ID- Kepala Desa Mander, Kecamatan Bandung, Kabupaten Serang, Banten, Edo Saefudin menjadi sorotan publik usai video pedagang hewan ternak asal Nusa Tenggara Barat (NTB) viral di media sosial.
Dalam video tersebut, pedagang itu menangis sambil mengaku belum menerima pelunasan pembelian 16 ekor sapi kurban senilai Rp290 juta oleh Kades Edo sejak tahun 2024.
Viralnya video yang diunggah akun Instagram @dhemit\_is\_back01 pada Kamis (5/6/2025) turut disertai foto surat pernyataan yang ditandatangani oleh Edo.
Dalam surat bermaterai tersebut, Edo menyatakan bersedia melunasi pembayaran sapi pada Agustus 2024 dan menyerahkan jaminan berupa Akta Jual Beli (AJB) rumah seluas 950 meter persegi.
Menanggapi hal ini, Edo akhirnya buka suara. Ia mengakui adanya utang tersebut, namun menegaskan bahwa masalah itu murni urusan bisnis pribadinya, tidak berkaitan dengan jabatannya sebagai kepala desa.
“Saya jualan sapi cuma ketipu orang. Jadi ini saya sama sekali nggak ada uang, juga nggak makan. Saya ketipu orang itu udah akhir lebaran 2024, anggaplah sapi sisa pemilihan orang,” ujar Edo, Kamis (5/6/2025).
Ia mengungkapkan, kesepakatan pembelian dilakukan pada 2024 dengan perjanjian pembayaran satu pekan setelah Iduladha. Namun, usahanya ambruk setelah ditipu rekan bisnisnya sehingga ia kesulitan melunasi sisa pembayaran.
Meski begitu, Edo mengaku tetap bertanggung jawab. Ia telah menyerahkan surat AJB rumahnya sebagai jaminan kepada pedagang.
“Kami punya itikad baik, maka kami berikan jaminan itu. Kalau memang si pedagang mau menjual rumah saya ya silakan, tapi bicarakan dulu harganya,” ucapnya.
Edo juga menyebut komunikasi terakhir dengan penjual sapi terjadi pada tahun lalu, dan hingga kini ia tetap berusaha membayar secara bertahap saat ada uang.
Akibat persoalan ini, Edo mengaku sempat ditelepon oleh Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, untuk memberikan klarifikasi. “Saya bilang ini sangkutan pribadi usaha saya, cuma ya semakin ke sini semakin sulit usaha saya,” ujarnya.
Sementara itu, perangkat Desa Mander membenarkan adanya persoalan tersebut. “Memang benar Pak Kades sedang menghadapi persoalan pembelian sapi. Penjualnya juga pernah datang ke rumah beliau untuk menagih,” ujar Hedi, staf desa setempat.
Meski tengah diterpa masalah, pihak desa menyebut Edo masih aktif menjalankan tugasnya sebagai kepala desa dan menghadiri kegiatan pemerintahan seperti biasa.
Edo berharap masalah ini bisa segera selesai. “Mohon doanya, semoga ini segera selesai. Ini murni urusan bisnis pribadi saya,” pungkasnya. [YKP]

