RELUNG.ID – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre III Palembang tak lagi hanya bicara soal keselamatan, tetapi mulai menggeser pendekatan menjadi pengendalian risiko berbasis teknologi di perlintasan sebidang.
Sebanyak 25 unit CCTV kini dipasang di titik-titik perlintasan paling rawan dari Kertapati hingga Lubuk Linggau. Langkah ini menandai perubahan pendekatan dari sekadar respons kecelakaan menjadi pencegahan berbasis data dan pengawasan real time.
Manager Humas PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre III Palembang, Aida Suryanti, menyebut sistem ini bukan hanya alat pantau, tetapi bagian dari integrasi kontrol operasional.
Artinya, CCTV tidak berdiri sendiri sebagai kamera pengawas, melainkan menjadi sumber data langsung untuk membaca pola pelanggaran, kepadatan lalu lintas, hingga potensi konflik di perlintasan.
“Ini bagian dari transformasi digital keselamatan. Bukan hanya melihat kejadian, tapi membaca risiko sebelum kecelakaan terjadi,” kata Aida.
Pendekatan ini juga memperlihatkan pergeseran penting: keselamatan di perlintasan tidak lagi sepenuhnya bergantung pada palang pintu dan penjaga manual, tetapi mulai ditopang sistem berbasis peringatan dini (Early Warning System) dan analitik visual.
Di lapangan, perlintasan sebidang memang masih menjadi titik paling kritis dalam operasi kereta api. Banyak insiden dipicu bukan karena sistem, tetapi karena perilaku pengguna jalan yang tetap menerobos meski ada sinyal bahaya.
KAI berharap data dari CCTV dapat dipakai untuk memetakan “jam rawan”, pola pelanggaran berulang, hingga titik perlintasan yang membutuhkan intervensi lebih besar seperti flyover atau penutupan permanen.
Selain fungsi pengawasan, rekaman CCTV juga disiapkan sebagai basis penegakan hukum terhadap pelanggaran lalu lintas di perlintasan, yang selama ini sulit dibuktikan secara objektif.
Meski demikian, KAI menegaskan teknologi bukan satu-satunya jawaban. Disiplin pengguna jalan tetap menjadi faktor penentu utama keselamatan.
“Teknologi bisa memperkuat sistem, tapi tidak bisa menggantikan kesadaran pengguna jalan,” ujar Aida. (KPB)

