RELUNG.ID – Menghadapi potensi bencana di musim penghujan, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Palembang telah memetakan 30 titik rawan longsor dan amblas di jalur kereta api wilayah operasionalnya.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan keselamatan perjalanan kereta api di tengah cuaca ekstrem dengan intensitas hujan tinggi, angin kencang, dan perubahan cuaca yang tidak menentu.
Manager Humas KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti, mengungkapkan pemetaan ini merupakan hasil pengamatan langsung oleh petugas prasarana kereta api.
“Daerah-daerah yang rawan longsor dan amblas, seperti petak jalan antara Stasiun Niru – Belimbing Pendopo, Gunung Megang – Ujanmas, hingga Kota Padang – Lubuklinggau, sudah kami identifikasi. Langkah ini sangat penting untuk mengantisipasi risiko bencana akibat pergerakan kontur tanah maupun kondisi geografis,” kata Aida, Sabtu (2/2/2025).
Selain longsor dan amblas, terdapat pula jembatan-jembatan yang dikategorikan rawan bencana, sehingga pengawasan terhadap infrastruktur tersebut turut diperketat.
Sebagai tindak lanjut dari pemetaan ini, KAI Divre III Palembang telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi. Di antaranya adalah penempatan Alat Material Untuk Siaga (AMUS) di 23 titik strategis dan pemeriksaan jalur secara manual oleh petugas yang berjalan kaki. Upaya ini bertujuan untuk mendeteksi dini kerusakan pada jalur kereta.
“Kami juga telah menyiapkan alat berat seperti excavator dan Multi Tie Tamper (MTT) yang akan digunakan dalam perbaikan jalur jika diperlukan. Selain itu, pemasangan dinding penahan tanah (DPT) berbahan bronjong dilakukan di daerah rawan untuk meminimalkan risiko longsor atau amblas,” tambahnya.
Aida memastikan bahwa operasional kereta api di wilayah Divre III Palembang masih berjalan normal untuk relasi Kertapati – Lubuklinggau (PP) dan Kertapati – Tanjung Karang (PP). Namun, KAI terus melakukan pemantauan intensif pada jalur-jalur rawan.
“Kami berkomitmen untuk menjaga keselamatan perjalanan kereta api sekaligus memberikan rasa aman kepada para penumpang, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem,” pungkasnya. (EWJ)

