Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Mutasi Polri, Brigjen Irwansyah Kini Dipercaya Jadi Wakapolda Sumsel

11/10/2026

Kabut Asap Selimuti Pagar Alam, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

11/10/2026

Polri Mutasi 199 Personel, Jabatan Kakorlantas dan Tiga Kapolda Berganti

11/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Kaleidoskop Sepanjang Januari 2024: Manga Baru dan Sejarah Ampera Jadi Sorotan Pembaca
Indeks

Kaleidoskop Sepanjang Januari 2024: Manga Baru dan Sejarah Ampera Jadi Sorotan Pembaca

alwiBy alwi30/12/2024
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Kota Palembang hanya memiliki modal awal Rp 30 ribu untuk membangun Jembatan Ampera dan di Tahun 1957, dibentuk panitia pembangunan, yang terdiri dari Penguasa Perang Komando Daerah Militer IV/Sriwijaya, Harun Sohar, dan Gubernur Sumatera Selatan, H.A. Bastari. Kemudian, Wali Kota Palembang, M. Ali Amin, beserta Wakil Wali Kota, Indra Caya, meminta bantuan Presiden Sukarno.

Baca juga :   Irjen Andi Rian R Djajadi Ditunjuk Jadi Kapolda Sumsel, Begini Profilnya

Dana pembangunan Jembatan Ampera pun ditambah dari hasil perampasan saat perang Jepang senilai 2,5 miliar Yen. Ini sama halnya dengan dana yang digunakan untuk pembangunan Monas di Jakarta. Selain itu, ahli-ahli konstruksi dari Jepang juga turut dihadirkan dalam proyek pembangunan Jembatan Ampera.

Jembatan Ampera dibangun pada April tahun 1962 dan diresmikan pada 30 September 1965, oleh Letjen Ahmad Yani.

Sebelum Jadi Korban G30S/PKI, Letjen Ahmad Yani Resmikan Jembatan Ampera

Baca juga :   Harga Sawit Sumsel Nyaris Tembus Rp4.000/Kg, Angin Segar di Awal 2026

Meski merupakan hadiah dari Bung Karno, namun Letjen Ahmad Yani dipercaya menjadi orang yang meresmikan penggunaan jembatan untuk pertama kalinya. Selain itu, peresmian tersebut merupakan agenda kenegaraan terakhir dari Letjen Ahmad Yani sebelum beliau menjadi korban G30S/PKI pada 1 Oktober dini hari.

Sebagai bentuk apresiasi masyarakat Palembang kepada Presiden RI pertama, Ir Soekarno, untuk pertama kalinya Jembatan Ampera dinamai Jembatan Bung Karno.

Akan tetapi, Presiden Soekarno tak berkenan, terlebih setelah terjadi pergolakan politik pada tahun 1966, ketika gerakan anti-Sukarno sangat kuat, maka dipilihlah nama yang memiliki makna Amanat Penderitaan Rakyat (Ampera), yang pernah menjadi slogan bangsa Indonesia pada tahun 1960’an. Sehingga dijuluki Jembatan Ampera.

Baca juga :   27 Oktober, Xiaomi 14 Series Dirumorkan Meluncur

Jembatan Ampera Pernah Jadi Terpanjang di Asia Tenggara

Jembatan Ampera yang memiliki panjang 1.117 meter dengan lebar 22 meter, sempat menjadi jembatan terpanjang di Asia Tenggara. Selain itu, jembatan ini juga tergolong canggih pada masanya, mengingat bagian tengah jembatan dapat diangkat ke atas agar tiang kapal yang lewat dibawahnya tidak tersangkut badan jembatan.

Bagian tengah jembatan dapat diangkat dengan peralatan mekanis dan dua bandul pemberat yang masing-masing berkisar 500 ton pada dua menaranya, dengan kecepatan sekitar 10 meter per menit dan total waktu yang diperlukan untuk mengangkat seluruh jembatan ialah 30 menit.

Baca juga :   Pemadaman Karhutla di Muara Enim Dilakukan di Wilayah Gelumbang, 5 Hektare Lahan Terbakar

Tapi sejak tahun 1970, mekanisme tersebut tidak lagi dilakukan. Alasannya, waktu yang digunakan untuk mengangkat jembatan ini, yaitu sekitar 30 menit, dianggap mengganggu arus lalu lintas. Terlebih sudah tidak ada lagi kapal besar yang berlayar di Sungai Musi.

Hingga akhirnya di tahun 1990, dua bandul pemberat untuk menaikturunkan bagian tengah jembatan dibongkar dengan alasan keselamatan masyarakat yang melintasi jembatan.

1 2 3 4 5 6
Ampera Kaleidoskop Januari 2024 Palembang RELUNG Sumsel
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleLibur Tahun Baru, Pengunjung Wisata Air Terjun Teman Lubuklinggau Dilarang…
Next Article Kaleidoskop Februari 2024: Webtoon Hingga Foto Unik Komeng Tampil di Surat Suara Membuat Terkejut Pembaca
alwi

Related Posts

Regional

Mutasi Polri, Brigjen Irwansyah Kini Dipercaya Jadi Wakapolda Sumsel

11/10/202612 Views
Regional

Kabut Asap Selimuti Pagar Alam, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

11/10/20263 Views
Regional

Polri Mutasi 199 Personel, Jabatan Kakorlantas dan Tiga Kapolda Berganti

11/10/20268 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,962 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,832 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,804 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?