RELUNG.ID – Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Sumsel masih terus terjadi, tak terkecuali di Kota Palembang.
Berdasarkan data, ada 406 kejadian karhutla di Kota Palembang dengan total luasan mencapai 254,23 hektare.
Hal ini diungkapkan Wali Kota Palembang, Ratu Dewa saat kunjungan Menko Polkam Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago dan Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni ke Posko Karhutla di Kantor Kecamatan Kertapati, Jalan Sriwijaya Raya KM 14, Kota Palembang, Jumat (18/9/2026).
Dia mengatakan, dari data yang tercatat, kejadian paling banyak terjadi di wilayah Kertapati yaitu 64 kejadian. Kemudian, disusul wilayah Gandus 60 kejadian, Alang-alang Lebar 56 kejadian, Ilir Barat I 50 kejadian dan Sukarami sebanyak 49 kejadian.
Sedangkan, pada tingkat kelurahan, kejadian tertinggi tercatat di Kelurahan Gandus sebanyak 39 kejadian, Bukit Baru 30 kejadian, dan Sukamulya 28 kejadian.
“Kebakaran ini terjadi berulang kali di sejumlah lokasi yaitu Jalan Tanjung Barangan, Kecamatan Ilir Barat I, Jalan Talang Kepuh, Kecamatan Gandus, serta Jalan Mayjend Satibi Darwis,” katanya.
Dalam periode 1 Agustus hingga 17 September 2026, sejumlah hari mencatat kejadian kebakaran lahan harian pada kisaran 10 hingga 15 kejadian.
“Kondisi tersebut menjadi dasar perlunya pengawasan berkelanjutan, terutama pada kawasan yang memiliki riwayat kebakaran berulang,” terangnya.
Menanggapi hal tersebut, Menko Polkam Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago menekankan pentingnya strategi penanganan karhutla yang terukur, dengan memusatkan kekuatan pada wilayah yang memiliki potensi kebakaran tinggi.
“Pemetaan titik rawan dan prediksi lokasi kemunculan api menjadi bagian penting agar personel dan sumber daya dapat dikerahkan secara efektif,” katanya.
Penanganan Karhutla juga perlu dilakukan dengan prinsip efisiensi kekuatan melalui pemusatan personel dan peralatan pada lokasi yang membutuhkan penanganan segera.
“Strategi ini dinilai penting mengingat kebakaran di wilayah sekitar Palembang, khususnya Kabupaten Ogan Ilir, berpotensi memberikan dampak terhadap kondisi udara di Kota Palembang,” tutupnya. (DSK)

