RELUNG.ID – Kualitas udara di Kota Palembang kini kian memburuk akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Tercatat, Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) pada Kamis kemarin berada di level kategori berbahaya dengan angka yang menembus rekor tertinggi yaitu, 681,6 µg/m³
Kondisi ini langsung berpengaruh terhadap peningkatan kasus Inspeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kota Palembang.
Wali Kota Palembang, Ratu Dewa mengatakan, pada Kamis 17 September 2026, kasus harian ISPA mencapai 752 kasus. Angka tersebut meningkat 46 kasus dibandingkan Rabu 16 September 2026 yang hanya 706 kasus.
“Dengan kondisi ini, masyarakat tentunya harus waspada dan melakukan penguatan perlindungan terhadap dampak asap karhutla,” katanya.
Berdasarkan data, kasus ISPA tertinggi tercatat di Kecamatan Sukarami sebanyak 91 kasus. Berdasarkan kelompok usia, kasus terbanyak berada pada rentang usia 19 hingga 59 tahun dengan jumlah 320 kasus.
Sebagai bentuk kesiapsiagaan pelayanan kesehatan, Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang telah membentuk 61 posko kesehatan yang tersebar di 42 puskesmas.
Selain itu, pendistribusian masker melalui puskesmas telah mencapai 55.400 buah untuk membantu melindungi masyarakat dari paparan asap dan partikel pencemar udara.
“Saat ini Disdik Palembang telah menerapkan pembelajaran secara daring dengan mempertimbangkan angka ISPU,” tutupnya. (DSK)

