RELUNG.ID — Pemadaman lanjutan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Muara Enim, Sumatera Selatan (Sumsel), masih terus berlangsung.
Memasuki hari ke-22, upaya pemadaman dilakukan di Desa Suka Dana, Kecamatan Sungai Rotan, Muara Enim, Rabu (25/9/2024).
Sejak terbakar pada 5 September lalu, kebakaran di lahan gambut ini masih belum bisa sepenuhnya dipadamkan. Tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel bersama TNI dan Polri terus berupaya memadamkan api melalui jalur darat dan udara.
“Pemadaman masih terus dilakukan hingga saat ini. Api sudah berhasil dipadamkan, tetapi masih menyisakan asap di beberapa titik,” ujar Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, Kamis (26/9/2024).
Sudirman menjelaskan bahwa lahan yang terbakar di wilayah ini mencapai luas sekitar 10 hektare. Lahan tersebut merupakan area gambut yang ditumbuhi vegetasi hutan kebun milik warga berinisial BY (65) dan N (70). Hingga saat ini, tim pemadam belum mengetahui penyebab pasti terjadinya kebakaran.
“Saat ini, sekitar 70% lahan sudah berhasil dipadamkan, sementara sisanya masih mengeluarkan asap tipis. Pemadaman dan pendinginan akan terus dilanjutkan hingga tidak ada asap yang tersisa,” jelas Sudirman.
Di wilayah Kecamatan Sungai Rotan yang sama, Satgas Karhutla juga melakukan pemadaman di Desa Suka Maju, di mana api sempat mendekati pemukiman warga. Upaya pemadaman lanjutan memasuki hari ke-8 di desa ini, dengan luas lahan terbakar mencapai 2 hektare.
“Api di Desa Suka Maju telah berhasil dipadamkan, tetapi kami tetap melakukan pemantauan karena area tersebut rawan terbakar kembali,” tambahnya.
Selain itu, kebakaran juga terjadi di Desa Putak, Kecamatan Gelumbang. Lahan yang terbakar mencapai 6 hektare, dan pemadaman telah memasuki hari ke-4 sejak kebakaran dimulai pada Senin (23/9). Pemadaman lanjutan dilakukan karena masih ada asap di beberapa titik pada lahan gambut dan hutan semak belukar.
Proses pemadaman di lokasi Karhutla di Muara Enim ini mengalami kendala akibat minimnya sumber air dan sulitnya komunikasi. Personel pemadam kebakaran harus membawa tandon air ke lokasi untuk membantu pemadaman karena kondisi kanal yang kering.
“Tidak ada sumber air dan tidak ada sinyal seluler di lokasi. Tim harus membawa satu unit tandon dan perlengkapan lainnya untuk memadamkan api,” ujarnya.
Untuk mendukung pemadaman, jalur udara juga dikerahkan dengan menggunakan dua helikopter water bombing. Kedua helikopter tersebut melakukan 88 kali water bombing dari dua kali sorti penerbangan di wilayah Karhutla Muara Enim.
Upaya pemadaman di wilayah ini akan terus dilanjutkan hingga tidak ada titik api dan asap yang tersisa, guna mencegah penyebaran kebakaran yang lebih luas serta menjaga keamanan masyarakat sekitar. [AYK]

