RELUNG.ID – Memasuki awal musim kemarau, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali mengancam wilayah Sumatera Selatan. Sedikitnya dua titik kebakaran terdeteksi di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), tepatnya di Kecamatan Batanghari Leko dan Kecamatan Sanga Desa, Kamis (4/6/2026).
Luas lahan yang terbakar di dua lokasi tersebut diperkirakan mencapai sekitar empat hektare. Kondisi vegetasi yang mulai mengering akibat minimnya curah hujan membuat api berpotensi meluas apabila tidak segera ditangani.
Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, mengatakan titik api ditemukan saat tim melakukan patroli udara rutin di wilayah rawan karhutla.
“Dari hasil pemantauan udara, luas lahan yang terbakar diperkirakan sekitar empat hektare. Masing-masing titik kebakaran mencapai kurang lebih dua hektare,” ujarnya, Jumat (5/6/2026).
Menghadapi kondisi tersebut, BPBD Sumsel langsung mengerahkan helikopter water bombing untuk mempercepat proses pemadaman. Langkah ini dipilih karena sebagian area kebakaran sulit dijangkau oleh tim darat.
Di wilayah Desa Lubuk Bintialo, Kecamatan Batanghari Leko, api berhasil dipadamkan setelah helikopter melakukan 11 kali penyiraman dari udara. Sementara di Desa Ulak Mbacang, Kecamatan Sanga Desa, upaya pemadaman dilakukan sebanyak 13 kali water bombing.
Meski demikian, kondisi di lokasi kebakaran Sanga Desa masih menunjukkan adanya asap yang keluar dari lahan terbakar sehingga memerlukan pemantauan lanjutan.
“Untuk lokasi di Sanga Desa masih berasap dan akan terus dipantau. Jika terdapat potensi api kembali membesar, pemadaman lanjutan akan segera dilakukan,” kata Sudirman.
Selain fokus pada dua titik kebakaran tersebut, BPBD Sumsel juga terus meningkatkan patroli udara di sejumlah daerah yang masuk kategori rawan karhutla. Langkah ini dilakukan sebagai upaya deteksi dini untuk mencegah meluasnya kebakaran selama musim kemarau berlangsung.
Pemerintah daerah mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Aktivitas pembakaran lahan dinilai menjadi salah satu faktor utama penyebab munculnya karhutla yang hampir setiap tahun terjadi di Sumatera Selatan.
Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun asap di wilayahnya agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat sebelum kebakaran berkembang menjadi lebih luas.[THQ]

