Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Saturday, 10 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Karhutla Sumsel Melonjak 77 Persen, Luas Lahan Terbakar Tembus 664 Hektare
Regional

Karhutla Sumsel Melonjak 77 Persen, Luas Lahan Terbakar Tembus 664 Hektare

Eko Prasetyo JayawisudaBy Eko Prasetyo Jayawisuda20/07/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Ilustrasi karhutla. (BPBD Sumsel)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan pada semester pertama 2026 menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Bukan hanya jumlah kejadian yang meningkat, tetapi juga luas lahan yang terbakar melonjak hingga 77,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Data Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhut) Kementerian Kehutanan Wilayah Sumatera mencatat, total luas karhutla di Sumsel sepanjang Januari hingga Juni 2026 mencapai 664,87 hektare. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan semester I/2025 yang tercatat 374,8 hektare.

Kepala Balai Dalkarhut Kementerian Kehutanan Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, mengatakan data tersebut diperoleh melalui analisis citra satelit hasil kolaborasi Kementerian Kehutanan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta Kementerian Lingkungan Hidup.

“Sebagai informasi, luasan kebakaran di Sumsel meningkat cukup signifikan. Hingga Januari-Juni 2026 saat ini mencapai 664,87 hektare,” ujar Ferdian, Senin (20/7/2026).

Berdasarkan karakteristik lahannya, kebakaran masih didominasi lahan mineral dengan luas mencapai 642,30 hektare atau sekitar 96,6 persen dari total area terdampak. Sementara kebakaran di lahan gambut tercatat 22,57 hektare.

Dominasi kebakaran di lahan mineral menunjukkan bahwa ancaman karhutla tidak hanya terjadi di kawasan gambut, tetapi juga meluas ke wilayah daratan yang banyak dimanfaatkan untuk aktivitas perkebunan, pertanian, maupun kawasan semak belukar.

Ferdian mengingatkan, angka tersebut belum menjadi gambaran akhir karena memasuki Juli frekuensi kebakaran mulai meningkat seiring musim kemarau.

“Luasan ini tentunya masih akan bertambah karena pada Juli frekuensi kejadian kebakaran juga lebih banyak,” katanya.

Secara wilayah, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) menjadi daerah dengan luas kebakaran terbesar, mencapai 201,50 hektare, seluruhnya terjadi di lahan mineral.

Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dengan luas kebakaran 95,96 hektare, terdiri dari 94,48 hektare lahan mineral dan 1,12 hektare lahan gambut.

Selanjutnya Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) mencatat luas kebakaran 83,13 hektare, dengan rincian 63,68 hektare lahan mineral dan 19,44 hektare lahan gambut, menjadi daerah dengan kebakaran gambut terbesar di Sumsel selama semester pertama tahun ini.

Sementara itu, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mencatat luas karhutla 73,16 hektare, disusul Kabupaten Muara Enim seluas 64,66 hektare, yang seluruhnya terjadi di lahan mineral.

Meski OKU menjadi wilayah dengan luasan kebakaran terbesar, pemerintah tetap memberikan perhatian khusus kepada Kabupaten Ogan Ilir sebagai salah satu kawasan prioritas pengendalian karhutla.

Menurut Ferdian, Ogan Ilir memiliki sejumlah infrastruktur strategis yang berpotensi terdampak apabila kebakaran terjadi di sekitar kawasan tersebut, mulai dari jalan tol, jalan lintas nasional hingga objek vital nasional berupa jaringan pipa minyak.

“Kalau terjadi kebakaran di sisi jalan, asapnya bisa mengganggu lalu lintas, memicu kecelakaan. Di sana juga ada beberapa pipa minyak yang menjadi perhatian kami,” pungkasnya.[THQ]

Karhutla Sumsel
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleMensesneg: Pengangkatan Kuntadi sebagai Jampidsus Ditarget Rampung Pekan Ini
Next Article Anak Meisya Siregar Nyaris Tenggelam di Bali, Terseret Ombak Saat Bermain di Pantai
Eko Prasetyo Jayawisuda

Related Posts

Regional

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/20264 Views
Regional

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/20265 Views
Regional

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,864 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,739 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,712 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?