Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Rumah Panggung di Bukit Baru Palembang Ludes Terbakar, Damkar Kerahkan Enam Mobil

11/10/2026

Komisi VIII DPR RI Soroti Karhutla Sumsel, Pemadaman Udara Terkendala Asap

11/10/2026

Kepergok Curi AC dan Tabung Gas, Dua Warga Tangga Buntung Ditangkap

11/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Karhutla Sumsel Melonjak, Ogan Ilir Jadi Prioritas karena Ancam Tol hingga Pipa Minyak
Regional

Karhutla Sumsel Melonjak, Ogan Ilir Jadi Prioritas karena Ancam Tol hingga Pipa Minyak

Eko Prasetyo JayawisudaBy Eko Prasetyo Jayawisuda08/07/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Ilustrasi pemadaman Karhutla. (Istimewa/Relung)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatra Selatan menunjukkan peningkatan signifikan seiring memasuki musim kemarau. Kondisi ini membuat pemerintah memperketat pengawasan, terutama di Kabupaten Ogan Ilir yang dinilai memiliki risiko tinggi terhadap sejumlah objek vital nasional.

Berdasarkan data sistem pemantauan, luas karhutla di Sumsel sepanjang Januari hingga Mei 2026 mencapai 305 hektare. Angka tersebut meningkat tajam dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang hanya 43 hektare, bahkan melampaui capaian 2024 yang tercatat 184 hektare.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Kementerian Kehutanan Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, mengatakan fokus penanganan kini tidak hanya tertuju pada wilayah gambut seperti Ogan Komering Ilir (OKI), Musi Banyuasin (Muba), dan Muara Enim, tetapi juga bergeser ke Kabupaten Ogan Ilir.

Menurutnya, kawasan tersebut menjadi perhatian khusus karena terdapat berbagai infrastruktur strategis yang harus dilindungi dari ancaman kebakaran.

“Saat ini fokus kami di Ogan Ilir karena di sana terdapat sejumlah objek vital seperti jalan tol, jalan lintas, hingga fasilitas strategis negara yang harus diamankan,” ujarnya, Rabu (8/7/2026).

Ferdian menjelaskan, kebakaran yang terjadi di sekitar jalur transportasi dapat menimbulkan dampak berantai. Asap tebal berpotensi mengganggu jarak pandang pengendara, meningkatkan risiko kecelakaan, hingga mengancam keberadaan jaringan pipa minyak yang melintasi wilayah tersebut.

Selain menghadapi ancaman meluasnya titik api, tim pemadam juga dihadapkan pada tantangan teknis di lapangan. Memasuki musim kemarau, muka air di kawasan rawan karhutla terus mengalami penurunan sehingga sumber air semakin jauh dari lokasi kebakaran.

Akibatnya, petugas harus membentangkan selang pemadam hingga sekitar 350 meter untuk menjangkau titik api. Kondisi tersebut membuat proses pemadaman membutuhkan waktu lebih lama dan tenaga yang lebih besar.

Untuk mengantisipasi kondisi yang diperkirakan semakin berat menjelang puncak kemarau, Dalkarhut mulai menerapkan strategi pengelolaan air yang telah lebih dulu diterapkan di Provinsi Riau. Upaya tersebut dilakukan melalui pembangunan embung tambahan serta pembersihan kanal agar cadangan air di kawasan gambut tetap terjaga.

Menurut Ferdian, langkah pencegahan menjadi strategi paling efektif karena vegetasi yang semakin kering akan membuat api lebih cepat menyebar ketika kebakaran terjadi.

“Dengan menjaga ketersediaan air di kawasan gambut, kami berharap risiko meluasnya karhutla dapat ditekan, terutama menjelang puncak musim kemarau pada Agustus hingga September,” katanya.[THQ]

Karhutla Ogan Ilir Sumsel
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleSidang PK Nikita Mirzani, Henri Subiakto Nilai Penerapan Pasal 27B UU ITE Keliru
Next Article KPK Duga Amplop Bupati Kuansing untuk Menteri Kehutanan Berisi Dolar Singapura
Eko Prasetyo Jayawisuda

Related Posts

Regional

Rumah Panggung di Bukit Baru Palembang Ludes Terbakar, Damkar Kerahkan Enam Mobil

11/10/20262 Views
Regional

Komisi VIII DPR RI Soroti Karhutla Sumsel, Pemadaman Udara Terkendala Asap

11/10/20262 Views
Regional

Kepergok Curi AC dan Tabung Gas, Dua Warga Tangga Buntung Ditangkap

11/10/20263 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,928 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,800 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,773 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?