RELUNG.ID — Sejumlah daerah di Sumsel masih mengalami kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Pada Kamis (1/8/2024), Satgas Karhutla melakukan upaya pemadaman di lima wilayah, yakni Muba, Muara Enim, Muratara, Banyuasin, dan Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).
Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, menyatakan bahwa kebakaran di beberapa wilayah telah berhasil dipadamkan, namun beberapa lainnya masih berlanjut.
“Pada Kamis (1/8), Karhutla terjadi di Muba, Muara Enim, Muratara, Banyuasin, dan PALI. Ada yang sudah padam dan belum hingga saat ini,” ujar dia Sabtu, (3/8/2024).
Di PALI, upaya pemadaman terus dilakukan di Danau Burung Desa Tempirai Kecamatan Penukal Utara. Lahan gambut sedalam 50 cm dengan luas 3 hektare terbakar, dan 1,5 hektare berhasil dipadamkan. Tim juga melakukan water bombing sebanyak 12 kali.
“Penyebab kebakaran hingga saat ini tidak diketahui. Kondisi terkini lahan masih berasap, namun tim akan terus berupaya melakukan pemadaman sampai kondisi benar-benar kembali normal. Luas yang berhasil dipadamkan selama 7 hari sekitar 10,5 hektare dari total 12 hektare yang terbakar,” jelas Sudirman.
Di Muba, kebakaran terjadi di Dusun X Desa Muara Medak Kecamatan Bayung Lencir. Pemadaman dilakukan dengan pompa mekanis, 71 kali water bombing oleh tiga helikopter, dan pembuatan sekat bakar.
“Luas lahan terbakar belum diketahui. Vegetasinya belukar kebun sawit dengan jenis tanah gambut tebal. Kondisi api belum padam dan upaya pemadaman dilanjutkan hari ini,” kata Sudirman.
Di Muara Enim, kebakaran terjadi di Desa Arisan Musi Timur Kecamatan Muara Belida dengan luas lahan terbakar 5 hektare. Lahan tersebut merupakan hutan lindung dengan hak milik PT SHA. Pemadaman dilakukan oleh Satgas darat dan udara, dengan satu unit helikopter melakukan 19 kali water bombing.
Selain itu, pemadaman melalui jalur udara juga dilakukan di Sungai Rotan dengan dua kali sorti helikopter water bombing sebanyak 56 kali.
Di Banyuasin, kebakaran terjadi di Desa Ujung Tanjung Kecamatan Banyuasin III. Lahan seluas 3 hektare dengan vegetasi semak dan ilalang terbakar. Jenis tanah mineral, dan kondisi api sudah padam.
Di Desa Tanjung Laut Kecamatan Suak Tapeh, lahan seluas 1,5 hektare terbakar. Kondisi api padam namun menyisakan asap. Pemilik lahan tidak diketahui, dan jenis tanah yang terbakar adalah mineral dengan vegetasi semak belukar, pakis, senayan, dan gelam.
Di Muara Enim, kebakaran terjadi di Desa Petar Luar Kecamatan Sungai Rotan. Lahan seluas 1 hektare terbakar di lahan mineral. Pemilik lahan dan penyebab kebakaran belum diketahui. Pemadaman dilakukan oleh Satgas udara dengan satu helikopter water bombing.[AYK]

