RELUNG.ID – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan publik setelah dua cucu mantan Menkopolhukam Mahfud MD mengalami keracunan usai mengonsumsi makanan dari program tersebut di Yogyakarta. Peristiwa ini mendorong pemerintah pusat untuk melakukan evaluasi serius terhadap tata kelola MBG.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menyampaikan permintaan maaf secara terbuka dalam rapat bersama Komisi IX DPR RI di Jakarta, Rabu (1/10). Menurutnya, kasus tersebut menjadi bahan refleksi penting bagi pemerintah dalam memperbaiki rantai distribusi hingga standar kualitas pangan MBG.
“Ini menjadi catatan besar bagi kami. Atas kejadian itu kami memohon maaf. Kami segera memperkuat sistem pengawasan dan tata kelola agar kejadian serupa tidak berulang,” ujar Dadan.
Mahfud MD sebelumnya mengungkapkan kisah yang dialami keluarganya melalui kanal YouTube pribadinya. Ia menyebut, selain kedua cucunya, enam siswa lain di kelas yang sama juga ikut keracunan. Sebagian di antaranya harus dirawat di rumah sakit.
“Dalam satu kelas, ada delapan anak yang muntah-muntah. Satu cucu saya sudah diperbolehkan pulang, sementara yang satu masih dirawat di rumah sakit,” kata Mahfud.
Kasus ini menambah daftar panjang temuan keracunan massal yang melibatkan program MBG di sejumlah daerah. DPR menilai pemerintah perlu memperketat mekanisme pengadaan hingga pengawasan lapangan agar kualitas makanan tetap terjaga.[THQ]

