RELUNG.ID — Menurut data terkini, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Palembang pada pekan keempat bulan April 2024 mengalami penurunan yang signifikan.
Dari jumlah total kasus sebanyak 666 kasus sepanjang tahun, hanya terdapat 1 kasus baru pada pekan tersebut, dengan total 5 korban jiwa.
Yudhi Setiawan, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Palembang, menyatakan bahwa penurunan ini disebabkan oleh kerja sama yang erat antara masyarakat dan Pemerintah Kota Palembang.
“Langkah-langkah seperti penyediaan fogging gratis di seluruh wilayah kota telah berhasil meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat terhadap DBD, ” kata dia Rabu (1/5/2024).
Meskipun demikian, Yudhi tetap mengingatkan bahwa masyarakat harus tetap waspada, mengingat kasus DBD di tahun 2024 telah menelan korban jiwa sebanyak 5 orang.
“Kami menekankan pentingnya mengenali gejala DBD, seperti demam tinggi, nyeri seluruh badan, sakit kepala, dan munculnya bintik-bintik merah di badan, serta segera mencari pertolongan medis jika mengalami gejala tersebut, ” kata dia.
Yudhi juga mengungkapkan bahwa kasus DBD tertinggi di Palembang terjadi di Kecamatan Sukarami dengan 83 kasus, sementara yang terendah terdapat di Kecamatan Bukit Kecil Palembang dengan 15 kasus.
“Dari data yang ada, terdapat 327 kasus pada laki-laki dan 339 kasus pada perempuan, ” kata dia.
Untuk mencegah penularan DBD, P2P Dinkes Palembang telah melakukan berbagai sosialisasi kepada masyarakat, termasuk mengimbau untuk menguras tempat penampungan air, menutup tempat-tempat tersebut, dan mendaur ulang barang-barang yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk pembawa virus DBD, yakni Aedes Aegypti.
“Dengan terus meningkatkan kesadaran dan langkah-langkah pencegahan yang tepat, diharapkan kasus DBD di Palembang dapat terus ditekan dan tidak menimbulkan korban jiwa lagi di masa yang akan datang, ” kata dia. [RG]

