RELUNG.ID – Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Sumatera Selatan mengalami lonjakan drastis sepanjang 2024. Dinas Kesehatan Sumsel mencatat sebanyak 6.263 kasus, dengan 37 di antaranya meninggal dunia. Kota Palembang menjadi daerah dengan jumlah kasus tertinggi, mencapai 1.268 kasus dengan 14 kematian.
“Sepanjang 2024 ada 6.263 kasus DBD dengan 37 kematian. Kasus tertinggi terjadi di Palembang dengan 1.268 kasus dan 14 meninggal,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Sumsel, Selasa (4/2/2025).
Dibanding tahun-tahun sebelumnya, angka ini menunjukkan peningkatan yang signifikan. Pada 2021, jumlah kasus tercatat 1.135 kasus dengan 3 kematian. Angka tersebut melonjak di 2022 menjadi 2.854 kasus dengan 31 kematian. Lalu, pada 2023, tercatat 2.804 kasus dengan 22 kematian.
Namun, pada 2024, jumlah kasus meningkat lebih dari dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya, dengan kenaikan mencapai 3.459 kasus dalam satu tahun.
Selain Palembang, beberapa daerah lain dengan jumlah kasus tinggi meliputi:
Banyuasin – 634 kasus
Musi Banyuasin (Muba)– 507 kasus
-OKU Timur – 503 kasus
-Prabumulih – 455 kasus
-OKU – 412 kasus
– Ogan Ilir – 369 kasus
– Muara Enim – 361 kasus
– Lahat – 323 kasus
Sementara untuk angka kematian, sebarannya sebagai berikut:
-Palembang – 14 kematian
– OKU – 8 kematian
– Banyuasin – 4 kematian
– Muba & Ogan Ilir – masing-masing 3 kematian
– OKU Selatan – 2 kematian
– Muratara, Pagar Alam, Lahat – masing-masing 1 kematian
Meski angka kematian meningkat, case fatality rate (CFR) atau persentase kematian akibat DBD justru mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. Pada 2024, CFR tercatat 0,59%, lebih rendah dibandingkan 0,70% pada 2023.
Guna menekan lonjakan kasus, berbagai langkah pencegahan terus digalakkan, termasuk:
– Sosialisasi pemberantasan sarang nyamuk dengan menjaga kebersihan lingkungan
– Pemeliharaan ikan pemakan jentik
– Fogging di area rawan penyebaran nyamuk
– Penggunaan lotion anti-nyamuk dan pemasangan kelambu untuk mengurangi risiko gigitan
– Distribusi larvasida DBD, insektisida Cynoff, dan RDT chikungunya
– Pengembangan teknologi Wolbachia, yang terbukti mampu menurunkan angka infeksi dengue hingga 77% dan hospitalisasi akibat DBD hingga 86%
– Imunisasi dengue sebagai langkah perlindungan jangka panjang
Dinas Kesehatan Sumsel berharap dengan berbagai langkah ini, jumlah kasus DBD dapat ditekan dan tren peningkatan tidak berlanjut di tahun-tahun mendatang.[TRA]

