RELUNG.ID – Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Sumatera Selatan mulai menjadi perhatian serius di sektor transportasi. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Palembang meningkatkan perhatian terhadap kesehatan penumpang seiring memburuknya kualitas udara akibat musim kemarau dan asap kebakaran.
Kondisi tersebut tidak bisa dipandang sebelah mata. Data Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan mencatat 259.297 kasus ISPA sepanjang Januari hingga Juni 2026. Angka itu kembali bertambah sekitar 38.345 kasus pada Juli dan mencapai sekitar 99.000 kasus sepanjang Agustus.
Di tengah tingginya kasus gangguan pernapasan tersebut, KAI mengingatkan penumpang agar tidak mengabaikan perlindungan kesehatan selama berada di stasiun maupun dalam perjalanan.
Manager Humas KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti, mengatakan masker menjadi salah satu perlindungan yang perlu digunakan masyarakat, terutama ketika harus beraktivitas di ruang terbuka.
“Kondisi kualitas udara seperti sekarang tentu perlu menjadi perhatian bersama. Kami mengimbau pelanggan untuk menggunakan masker selama melakukan perjalanan dengan kereta api, terutama ketika berada di luar ruangan atau di area stasiun,” ujar Aida.
Menurutnya, imbauan tersebut berlaku bagi seluruh pelanggan. Bukan hanya masyarakat yang memiliki riwayat gangguan pernapasan, tetapi juga mereka yang dalam kondisi sehat sebagai langkah pencegahan.
Paparan asap dan partikel polutan dalam waktu tertentu berpotensi mengganggu sistem pernapasan. Karena itu, KAI meminta penumpang mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak diperlukan, menjaga kebersihan tangan, mengonsumsi makanan bergizi, memperbanyak cairan, dan memastikan waktu istirahat tetap cukup.
“Kami mengajak pelanggan untuk tidak menganggap kondisi ini sebagai hal yang sepele,” tegas Aida.
Tidak hanya memberikan imbauan, KAI Divre III Palembang juga menyediakan akses layanan kesehatan bagi pelanggan yang mengalami gangguan kesehatan.
Fasilitas layanan kesehatan dapat dimanfaatkan di Stasiun Kertapati, Prabumulih, Muara Enim, Lahat, dan Lubuk Linggau. Penumpang yang merasa kurang sehat saat berada di stasiun diminta segera memanfaatkan fasilitas tersebut.
Sementara jika keluhan muncul ketika perjalanan berlangsung, penumpang dapat langsung melapor kepada petugas kereta.
“Jangan ragu untuk menyampaikan kepada petugas apabila merasa kurang sehat selama perjalanan. Kami ingin pelanggan merasa aman dan mendapatkan bantuan ketika membutuhkan,” kata Aida.
KAI juga mengingatkan masyarakat untuk tidak memaksakan diri melakukan perjalanan apabila sedang dalam kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan.
Bagi KAI, kondisi udara buruk bukan hanya persoalan kenyamanan perjalanan. Perlindungan kesehatan penumpang menjadi bagian penting dari pelayanan, terutama ketika kabut asap dan polusi udara masih menghantui sejumlah wilayah Sumsel.
“Perjalanan yang baik bukan hanya tentang sampai di tujuan dengan selamat, tetapi juga bagaimana pelanggan merasa nyaman dan terlindungi sepanjang perjalanan,” ujar Aida. (KPB)

