RELUNG.ID – Gajah liar kembali membuat resah warga Desa Tri Anggung Jaya, Kecamatan Muara Lakitan, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan.
Pasalnya, hingga saat ini kawanan gajah liar masih kerap masuk ke perkebunan dan nyaris mendekati pemukiman.
“Saat ini warga masih terus shift malam,” kata Sekretaris Desa Tri Anggun Jaya, Parsono, Kamis (26/9).
Dia juga mengatakan, tadi malam setelah magrib kawanan gajah kembali masuk ke area perkebunan warga. Namun kawanan gajah tersebut oleh warga langsung dihalau pakai bunyi-bunyian menggunakan alat tradisional berupa meriam spritus dan menghidupkan api unggun.
“Jadi dia tidak mendekat. Sekarang posisinya di petak 46 katanya,” terangnya.
Pasca kejadian adanya kawanan gajah hingga memakan korban jiwa membuat warga takut beraktivitas ke kebun atau ke ladang sampai dengan sekarang. Pihaknya selaku Pemerintah Desa mengaku sudah melaporkannya ke Kecamatan dan Pemerintah Kabupaten.
“Terus rencananya mau melapor ke tingkat Provinsi,” ujarnya.
Sejauh ini, warga di 3 dusun yakni Dusun 1, Dusun 2 dan Dusun 4 mengusir gajah dengan cara menghalau ataupun menggiring. Namun upaya dilakukan menurutnya percuma, sebab kawanan gajah digiring malam ini namun besok datang lagi.
“Warga ketakutan mau ke kebun mau ke ladang mencari nafkah nyadap kareta itu ya takut. Karena kemarin ada kejadian itu jadi warga takut sekali,” timpalnya.
Apalagi tambah Parsono, kawanan gajah hanya berjarak sekitar 500 meter dari pemukiman warga. Bahkan beberapa hari lalu sambungnya, kawanan gajah hampir mendekati pemukiman warga dan hanya berjarak sekitar 100 meter hingga masuk ke perkebunan.
Ditanya mengenai kebenaran informasi adanya rencana warga menggelar aksi demo, Parsono mengetahui kabar itu. Namun pihaknya telah memberikan imbauan bersama dengan Babinsa kepada warga untuk tidak melakukan gak tersebut.
“Ya masyarakat kan kemarin memberi tempo 1 Minggu pasca kejadian itu, supaya ada penanganan dari pihak-pihak terkait BKSDA, ataupun Kehutanan ataupun sana pengelola lahan. Tapi sampai sekarang belum ada sama sekali,” ungkapnya.
“Jadi masyarakat ya sudah tidak sabar lagi, mau melakukan aksi katanya. Masyarakat tidak sabar lagi, mau sampai kapan ini belum ada penanganan kata masyarakat,” pungkasnya. (ANS)

