RELUNG.ID – Sejak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Beirut menetapkan status Siaga I untuk seluruh wilayah Lebanon pada 4 Agustus lalu, upaya evakuasi warga negara Indonesia (WNI) dari negara tersebut mulai dilakukan secara bertahap.
Langkah ini diambil setelah kondisi keamanan di Lebanon terus memburuk pasca pengumuman kematian Pemimpin Hizbullah, Hassan Nasrallah.
Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri RI, Judha Nugraha, menjelaskan bahwa sejauh ini telah dilakukan lima gelombang evakuasi yang berhasil memulangkan total 66 orang, termasuk satu warga negara asing. Proses evakuasi dimulai pada 10 Agustus 2024 dan berlanjut hingga 3 Oktober 2024.
“Pada tiga gelombang pertama yang dilaksanakan pada 10, 18, dan 28 Agustus, terdapat 25 WNI yang berhasil dipulangkan ke Indonesia. Setelah pengumuman kematian Hassan Nasrallah, KBRI kembali membujuk WNI di Lebanon untuk ikut proses evakuasi pada 29 September 2024,” jelas Judha dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat (4/10).
Selanjutnya, gelombang keempat evakuasi dilakukan pada 2 Oktober 2024, dengan 20 orang yang dievakuasi, terdiri dari 14 laki-laki dan 6 perempuan. Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Jakarta, Riau, Aceh, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, DIY, dan Bali. Para WNI tersebut kini telah berada di Amman, Yordania.
Pada gelombang kelima yang berlangsung pada 3 Oktober 2024, sebanyak 20 WNI dan 1 warga negara asing dievakuasi. Kelompok ini terdiri dari 10 laki-laki dan 11 perempuan yang berasal dari Riau, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Judha juga mengungkapkan bahwa status keadaan darurat telah ditetapkan untuk wilayah Timur Tengah lainnya, termasuk Palestina dan Israel yang sudah berada pada status Siaga I, menandakan bahwa proses evakuasi bisa dimulai kapan saja.
“Masih ada empat WNI di Palestina yang merupakan relawan MER-C Indonesia, serta 231 WNI di Israel yang sedang menempuh pendidikan di institut pertanian,” jelasnya.
Sementara itu, di Iran dan Suriah, statusnya masih berada pada Siaga II. Di Iran terdapat 391 WNI, sedangkan di Suriah ada 1.201 WNI. Untuk empat provinsi di Suriah, yakni Al Hasakeh, Ar Raqqah, Deir ez-Zur, dan Idlib, yang saat ini berstatus Siaga I, belum ada rencana evakuasi karena tidak ada WNI di wilayah tersebut.
Kementerian Luar Negeri RI terus memantau kondisi di kawasan Timur Tengah dan siap melakukan evakuasi lanjutan jika situasi keamanan semakin memburuk.[AYK]

