Api diduga berasal dari korsleting listrik di salah satu rumah milik warga bernama Juliandi. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun enam kepala keluarga (KK) terdampak dan kehilangan tempat tinggal.
Juliandi mengatakan, sebelum kebakaran terjadi listrik di rumahnya sempat padam. Ia kemudian mencoba menghidupkan kembali listrik melalui KWH meter di rumahnya.
“Awalnya listrik di rumah tidak hidup. Lalu saya hidupkan melalui KWH listrik. Berselang sekitar 10 menit, saya lihat api sudah muncul dari lantai dua,” ujarnya kepada petugas.
Melihat api mulai membesar, Juliandi panik dan berusaha memadamkan kobaran api menggunakan alat seadanya. Namun api dengan cepat membesar dan menyambar rumah warga lainnya yang berada berdempetan.
“Saya panik, coba padamkan tapi api terus membesar. Lalu saya teriak kebakaran supaya warga keluar,” katanya.
Warga yang mengetahui kejadian itu langsung berhamburan keluar rumah dan menghubungi petugas Pemadam Kebakaran Kota Palembang.
Sebanyak sembilan unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi. Setelah berjibaku selama sekitar dua jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 12.30 WIB.
Mendapat laporan kebakaran, petugas Polsek Seberang Ulu (SU) I bersama Tim Inafis dan SPKT Polrestabes Palembang langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa saksi-saksi.
Kapolsek SU I Kompol Heri didampingi Panit Patroli Ipda Tamia Rahmadhany membenarkan peristiwa tersebut.
“Benar terjadi kebakaran. Setelah menerima laporan, anggota langsung ke lokasi untuk melakukan olah TKP dan meminta keterangan para saksi,” ujar Heri.
Dari pendataan sementara, sedikitnya empat rumah semi permanen hangus terbakar. Rumah-rumah itu dihuni enam kepala keluarga, yakni Imron, Juliandi, Samsul, Maryani, Mang Acik, dan Yuli.
“Untuk sementara ada empat rumah terbakar yang dihuni enam KK,” pungkasnya. (DNP)

