Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis menegaskan tidak ada toleransi bagi prajurit yang melanggar aturan, termasuk dalam kasus penembakan yang menewaskan seorang anggota TNI, Prajurit Satu (Pratu) FAA (23), di Cafe, Resto, Bar and Live Music Panhead, Jalan Alamsyah Ratu Prawira Negara, Kecamatan Ilir Barat (IB) I Palembang, Sabtu (16/5/2026) dini hari.
Menurut Pangdam, pihaknya sejak awal telah berulang kali mengingatkan seluruh prajurit Kodam II/Sriwijaya agar tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum maupun disiplin militer. Karena itu, setiap pelanggaran dipastikan akan diproses tanpa pandang bulu.
“Sudah diproses hukum dan kita serahkan. Enggak ada masalah, yang salah tetap salah dan kita hukum. Ini jadi pembelajaran bagi prajurit bahwa ada hal-hal yang tidak boleh dilaksanakan. Kalau dilanggar pasti diproses hukum,” tegas Mayjen TNI Ujang Darwis.
Pernyataan itu disampaikan Pangdam usai memimpin kegiatan olahraga bersama awak media dan masyarakat, serta bakti sosial pemeriksaan kesehatan dan pembagian paket sembako dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 H/2026 di Lapangan Makodam II/Sriwijaya, Palembang, Sabtu (23/5/2026).
Ia menegaskan, peringatan kepada prajurit bukan baru sekali disampaikan, melainkan sudah menjadi penekanan rutin di lingkungan Kodam II/Sriwijaya.
“Dari awal sudah kita ingatkan. Kalau ada prajurit yang melanggar ya pasti kita hukum,” katanya.
Di luar persoalan penegakan disiplin internal, Pangdam menyebut kegiatan olahraga bersama dan bakti sosial tersebut digelar sebagai upaya mempererat hubungan antara TNI, media, dan masyarakat di Sumatera Selatan.
Mayjen TNI Ujang Darwis mengapresiasi hubungan baik yang selama ini terjalin antara Kodam II/Sriwijaya dan insan pers.
“Saya atas nama Kodam II/Sriwijaya mengucapkan terima kasih atas kehadiran rekan-rekan media. Ini bukti bahwa kita memiliki komitmen menjaga silaturahmi, komunikasi, serta membangun sinergi dan kebersamaan yang harmonis,” ujarnya.
Menurutnya, olahraga bersama bukan sekadar menjaga kebugaran fisik, tetapi juga menjadi ruang informal untuk memperkuat komunikasi dan saling memahami antara TNI dan media.
“Hari ini kita ingin menciptakan suasana santai, gembira, dan penuh kebersamaan agar bisa lebih lepas berdiskusi dan saling memahami. Ini momentum yang baik untuk memperkuat sinergi menjaga Sumatera Selatan tetap kondusif,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, Kodam II/Sriwijaya juga menggelar pengobatan massal dan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat maupun awak media yang hadir. Tim kesehatan Kodam disiagakan untuk memberikan layanan medis langsung di lokasi kegiatan.
“Kami juga menggelar pengobatan massal. Silakan rekan-rekan yang memiliki keluhan kesehatan memanfaatkan layanan ini. Kalau membutuhkan penanganan lebih lanjut, rumah sakit kami siap membantu,” ujarnya.
Pangdam turut menyoroti pentingnya peran media di tengah derasnya arus informasi saat ini. Ia menilai media memiliki posisi strategis dalam menjaga stabilitas dan ketahanan informasi nasional.
“Di tengah dinamika informasi yang bergerak cepat, kita dituntut bekerja cerdas dan cepat, namun tetap berpijak pada kebenaran dan etika jurnalistik. Bagi kami, media bukan hanya mitra publikasi, tetapi pilar penting dalam menjaga ketahanan informasi nasional,” tegasnya.
Menurutnya, informasi yang akurat, berimbang, dan menyejukkan memiliki peran penting dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, khususnya di wilayah Sumatera Selatan.
“Oleh karena itu, kami sangat mengapresiasi objektivitas rekan-rekan media dalam memberitakan berbagai kegiatan dan situasi di wilayah Sumatera Selatan,” pungkasnya. (DSK)

