RELUNG.ID – Kebakaran hutan dan lahan di Danau Burung, Desa Tempirai, Penukal Utara, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, memasuki hari ke-12 dan terus meluas hingga mencapai 23 hektare. Upaya pemadaman lanjutan terus dilakukan oleh berbagai pihak.
Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, menyatakan bahwa hingga Rabu (7/8), kegiatan pemadaman Karhutla di PALI masih berlangsung karena masih adanya asap.
“Hingga kemarin, lahan yang berhasil dipadamkan seluas 17 hektare dari total 23 hektare,” ujarnya.
Karhutla di wilayah tersebut terjadi di lahan gambut sedalam 50 cm dengan vegetasi gambut tembesu dan gelam. Pemantauan dari jalur udara juga terus dilakukan, meskipun pemilik lahan yang terbakar belum diketahui.
“Tim darat dari BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, dan PT LKK ikut berupaya melakukan pemadaman dan penyisiran sumber air terdekat dengan titik api baru,” tambah Sudirman.
Sementara itu, pelaksanaan water bombing menggunakan helikopter dilakukan sebanyak 97 kali kemarin. Sebanyak tiga helikopter melaksanakan water bombing di lokasi tersebut dengan empat sorti.
Di tempat terpisah, kebakaran lahan juga terjadi di Desa Sungai Baung, Kecamatan Talang Ubi, pada Selasa (6/8). Karhutla ini terdeteksi melalui penyisiran dan pencarian hotspot yang terpantau dari BRIN Fire Hotspot, dengan ditemukan bekas lahan terbakar. Lahan mineral seluas 0,5 hektare dengan vegetasi kebun sawit, puntung, dan ranting pohon terbakar di wilayah tersebut.
“Lahan pertanian di Sungai Baung terbakar, belum diketahui penyebabnya. Tim yang turun sudah berhasil memadamkan lokasi tersebut,” kata Sudirman.
Upaya pemadaman di kedua lokasi terus dilakukan untuk mencegah meluasnya kebakaran dan dampak yang lebih besar.[AYK]

