RELUNG.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ogan Ilir melaporkan telah terjadi 41 kasus Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah tersebut sejak sepekan awal Agustus 2024, dengan total lahan terbakar mencapai 87,6 hektare.
Kalaksa BPBD Ogan Ilir, Edi Rahmat, menyebutkan bahwa kasus Karhutla ini tersebar di daerah rawan kebakaran seperti Kecamatan Pemulutan, Pemulutan Barat, Indralaya, dan Indralaya Utara.
“Daerah itu yang rawan Karhutla. Namun untuk penyebab kebakaran belum diketahui secara pasti dan masih diselidiki oleh pihak kepolisian,” ujar Edi pada Rabu, 7 Agustus 2024.
Edi juga menuturkan bahwa fenomena La Nina turut menjadi salah satu faktor penyebab Karhutla. La Nina adalah fenomena suhu muka laut di Samudera Pasifik bagian tengah yang mengalami pendinginan di bawah kondisi normal, sehingga mengurangi potensi pertumbuhan awan dan meningkatkan curah hujan di wilayah Indonesia.
“Meskipun Indonesia memasuki musim panas, tetap ada curah hujan yang kemudian disebut kemarau basah. Informasi dari BMKG, curah hujan diprediksi terjadi di Ogan Ilir pada akhir Agustus mendatang,” jelasnya.
BPBD Ogan Ilir telah menyiapkan 135 personel untuk penanggulangan Karhutla yang ditempatkan di posko-posko, termasuk di Exit Tol Palindra dan Kecamatan Tanjung Raja. Bantuan posko dari BKO Polda Sumatera Selatan juga disiapkan di Mapolsek Indralaya, Mapolsek Tanjung Batu, dan Desa Pegayut Kecamatan Pemulutan.
“Ada juga posko dari BPBD Sumsel di Simpang Obor Jalinsum Palembang-Indralaya serta satu lagi posko Karhutla di Desa Palem Raya,” tutup Edi Rahmat.[AYK]

